Idrus Marham Disangka KPK, Pengaruhi Golkar di Pilpres dan Pileg

Idrus Marham Disangka KPK, Pengaruhi Golkar di Pilpres dan Pileg

Sabtu, 25 Agustus 2018 | 14:59 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Golkar kembali diterpa petaka. Elite beringin rindang Idrus Marham disangka oleh Komisi Pemilih Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Tokoh nasional asal Sulsel ini diduga terlibat dalam kasus suap pada proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Penetapan tersangka disusul sikap Idrus mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial (Mensos) dan kepengurusan di Golkar.

Meski mundur dari kepengurusan partai, akan tetapi kasus Idrus tentu akan tetap berpengaruh pada Golkar. Hal ini dikatakan oleh pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Kariem saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/8/2018).

Menurutnya, bagaimana pun masyarakat luas mengenal bahwa Idrus dalah elit Golkar, sehingga untuk memisahkan Golkar, Idrus dan kasus yang dialaminya sangat sulit dihindari.



“Iya jelas (berpengaruh). Bagaimanapun masyarakat luas mengenal bahwa Idrus adalah salah seorang elit Golkar dan cukup dikenal. Sehingga kasus ini akan terus dihubungkan antara kader, partai dan korupsi,” kata Syahrir.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi kasus Idrus akan mempengaruhi Golkar yang saat ini sementara mempersiapkan diri menghadapi dua event politik bergengsi, yakni Pileg dan Pilpres.

“Yah, jelas berdampak pada Pemilu 2019. baik tingkat elektoral maupun popularitas,” ujarnya.

Lanjut Syahrir, akibat dari kasus Idrus, bukan berarti tidak mungkin menurunkan kredibilitas partai Golkar.

Positioning Golkar dalam Pilpres juga membuat partai ini semakin menurunkan kredibilitasnya,” tandasnya.(*)


BACA JUGA