ilustrasi gas elpiji.

Disperindag Gowa Klarifikasi Soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 27 Agustus 2018 | 21:06 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Ryan Saputra - Gosulsel.com

Gowa, Gosulsel.com — Kelangkaan gas LPG 3kg di Kota Sungguminasa, dan sebagian Kecamatan Pallangga, membuat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa, Andi Sura berang. Pasalnya, banyak pihak yang menggunakan gas LPG 3kg tidak sesuai peruntukannya.

Andi Sura mengungkapkan, penggunaan gas LPG 3kg tidak diperuntukkan bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), industri menengah ke atas serta usaha pencucian baju (laundry).

“Untuk gas LPG 3 Kg saat ini hanya diperuntungkan bagi masyarakat menengah ke bawah atau usaha usaha mikro lainya,” beber Andi Sura.

Selain itu, permintaan gas LPG 3kg yang makin tinggi tidak mampu diimbangi oleh penyedia gas tersebut.



“Tadi jam 10.00 sesuai penyampaian koordinator distributor gas kab gowa telah dilakukan pengantaran ke agen lain yang mengakibatkan gas lpg 3 kg cepat habis,” ujar Andi Sura.

Diketahui dalam beberapa hari belakangan, warga Kabupaten Gowa mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilo di kios-kios di seputaran Kota Sungguminasa.

Warga Kecamatan Somba Opu, Bunga mengaku kalau di kios sekitar rumahnya harga elpiji mencapai Rp25 sampai Rp30 perbiji. Itupun masih susah didapat di penjual kaki lima.

“Saya susah carinya, di dekat rumah itu yang jual Rp30 dan Rp25, itu juga sudah habis, tabung ini langka juga, susah didapat,” ungkap Bunga, Senin (27/8/18)

Selain Bunga, warga lain dari Kecamatan Pallangga, Daeng Lolo juga mengeluhkan hal yang sama, selain susah didapat, harganya juga mahal jika membeli di pengecer atau kios-kios.

“Kalau di dekat rumah itu harganya Rp25 perbiji tabung tiga kilo gram, itu juga susah didapat. Sekarang masih susah didapat di sekitar rumah,” demikian Daeng Lolo.

Dengan kelangkaan tabung dan harganya yang dianggap mahal, warga berharap agar para pihak turun langsung melakukan penanganan terkait kelangkaan tabung gas tersebut.(*)


BACA JUGA