#

Penghuni Lapas Tak Beridentitas, Penyebab Jumlah DPT Makassar Anjlok

Selasa, 28 Agustus 2018 | 14:26 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Makassar berkurang. Hal ini berdasarkan rangkuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar jika dibandingkan dengan DPT pada perhelatan Pilwali Makassar baru-baru ini.

Dari hasil rangkuman KPU Makassar, ditemukan jumlah DPT wilayah Makassar untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sebanyak 954.437 orang. Jumlah DPT laki-laki sebanyak 465.009 orang dan perempuan sebanyak 489.428 orang.

Jika dibandingkan dengan DPT Pilwali lalu, tentu jumlah DPT itu berkurang. Diketahui pada Pilwali lalu, DPT Makassar berjumlah 990.836 orang dengan rincian 483.349 laki-laki dan 507.487 perempuan. Sehingga total DPT yang berkurang sebanyak 36.399 orang.

Komisioner KPU Makassar, Rahma Saiyed, yang dikonfirmasi mengatakan adanya pengurangan jumlah DPT Makassar disebabkan oleh data penghuni rumah tahanan negara (rutan). Orang yang terhitung sebagai DPT di rutan kebanyakan sudah tidak ada. Di samping itu, banyak penghuni rutan yang tidak beridentitas.



“Jadi kita hanya mendata saja terhadap mereka yang beridentitas. Untuk mengetahui identitasnya,” ujarnya, Selasa (28/8/18).

Kondisi DPT di rutan akhirnya membuat jumlah DPT Makassar anjlok. Makanya, kata Rahma, rutan salah satu penyumbang menurunnya partisipasi pemilih.

Itu karena identitasnya susah untuk diketahui, sementara yang masuk DPT haruslah orang yang punya identitas yang jelas.(*)