Teliti Masjid, Mahasiswi Bercadar UIN Alauddin Makassar Raih Sarjana di Bidang Komunikasi Dakwah

Selasa, 28 Agustus 2018 | 18:00 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

Makassar,Gosulsel.com – Mahasiswi bercadar jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Mardhotillah menjadikan masjid sebagai tempat penelitiannya. Hasil penelitian tersebut diujiankan pada, Selasa (28/8/2018) di ruang Jurusan KPI UIN Alauddin Makassar.

Perempuan kelahiran Maros ini membahas tentang pola komunikasi pengurus Masjid Miftahul Jannah dalam memakmurkan masjid di Kelurahan Galung Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.

Mahsiswi bimbingan Dr. Muhammad Shuhufi, M. Ag., dan Dr. H. Andi Aderus, Lc., MA., ini menjawab semua pertanyaan –  pertanyaan penguji termasuk polemik tentang azan. Menurutnya orang muslim yang yang mempersoalka  suara azan patut dipertanyakan keIslamannya atau keimanannya.

“Jika ada orang Islam yang mempersoalkan suara azan dari masjid, maka itu perlu dipertanyakan keislamannya. Sebab suara azan itu sudah dilakukan sejak masa Rasulullah Saw untuk memanggil umat Islam,” katanya.



“Justru azan itu dapat mengingatkan kita untuk segera mempersiapkan diri agar segera shalat. Kadang kita lupa dan tidak membawa jam, maka dengan suara azan dapat membantu kita,” lanjutnya di depan penguji yang terdiri Dr. Haidir Fitrah Siagian, M.Si., Ph.D. dan Drs. Syam’un, M.Pd., M.M.

Ujian munaqasyah yang dipimpin langsung Ketua Jurusan, Dr. H. Kamaluddin Tajibu  ini, peneliti yang juga alumni SMA Negeri 1 Liliriaja Kabupaten Soppeng ini menyampaikan hasil penelitiannya bahwa pola komunikasi yang digunakan  pengurus masjid adalah dengan cara komunikasi diagnonal, dengan melibatkan seluruh pengurus dan jamaah dalam upaya memakmurkan masjid.

Selain itu, peneliti juga dapat menjawab semua pertanyaan anggota tim punguji pengunjung dengan baik dan meyakinkan dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude serta menjadi sarjana dalam bidang komunikasi Dakwah. Ini membuktikan bahwa pakaian bukan Penghalang orang untuk berpresrasi.(*)