Warung Nasi Kuning Cinta. (Foto: Mutmainnah/GoSulsel.com)

Nasi Kuning Cinta, Sajian Romantis di Warung Dg Naba

Selasa, 09 Oktober 2018 | 13:36 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

Gowa, GoSulsel.com — Nasi Kuning tak perlu diragukan lagi eksistensinya di dunia kuliner. Makanan satu ini tak pernah ada matinya bahkan makin menjadi-jadi.

Bagaimana tidak, di sepanjang jalan poros di kota Makassar bahkan Indonesia, ia bisa ditemui di pagi hari setiap harinya. Baik di warung-warung ataupun warung mobil, nasi kuning selalu jadi primadona bagi pengendara yang rata-rata pekerja dan pelajar untuk santap sarapan.

Inovasi nasi kuning semakin banyak kita jumpai. Jika sebelumnya nasi kuning hanya cocok disantap pagi, nasi kuning juga telah lama hadir memanjakan lidah penikmatnya di malam hari lewat nasi kuning begadang.

Tak sampai di situ saja, warung penyedia nasi kuning kini juga menjamur di beberapa tempat. Dengan adanya warung tersebut, maka menikmati nasi kuning setiap saat bukan lagi halangan.



Ramainya warung nasi kuning, membuat perang kreativitas dan inovasi pun tak terhindarkan. Mulai dari perbedaan rasa hingga penamaan nasi kuning yang unik dilakukan penjual untuk menggaet pelanggan.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah warung nasi kuning yang terletak di jalan Sultan Hasanuddin No 34 B, Somba Opu, Gowa. Hal ini tak mengherankan sebab namanya yang mengundang penasaran.

Warung Nasi Kuning Cinta, yang tentu saja menu andalannya adalah nasi kuning cinta. Sesuai namanya, memasuki warung tersebut, pengunjung akan disuguhi suasana warung bak tenda pernikahan.

Dekorasinya didesain warna-warni bahkan mirip dengan desain warna poster film Ada Apa Dengan Cinta (AADC).

Ternyata alasan penamaan nasi kuning cinta berasal dari nama anak perempuan pemilik yaitu Cinta Kirana. “Namanya nasi kuning cinta karena nama anak Saya Cinta,” kata Dg Naba pemilik warung nasi kuning cinta saat ditemui langsung di warungnya.

Ia juga menerangkan bahwa nama cinta mewakili nilai rasa pembuatnya. “Karena juga kan semua yang dilakukan dengan cinta akan diterima dengan cinta”, tambahnya. Soal perbedaan rasa dengan yang lain, Dg Naba menantang tim Gosulsel.com yang mendatangi lokasi untuk mencoba langsung dan membandingkan rasanya.

“Saya tidak tahu sih bedanya dimana, makanya coba maki sendiri supaya dirasakan sendiri bedanya dimana dengan yang lain,” tantang Dg Naba.

Nasi Kuning Cinta. (Foto: Mutmainnah/GoSulsel.com)

Nasi kuning cinta ini lebih mengedepankan rasa tradisional. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan penyajiannya yang tidak menggunakan piring langsung tapi dilapisi daun pisang.

Rasa sambalnya juga patut dicoba. Dari pantauan Gosulsel.com, warung nasi cinta di jalan Sultan Hasanuddin ini masih sepi pembeli, karena memang merupakan cabang. Warung utamanya berada di Bonto Bontoa jalan Sirajuddin Rani, Gowa yang telah berdiri sejak kurang lebih dua tahun yang lalu.

“Masih baru memang ini, jadi belum banyak yang kenal kalau ada di sini. Kalau yang pertama sudah banyak pelanggan,” ungkap Dg Naba.

Menarget orang kantoran, warung nasi cinta di jalan Sultan Hasanuddin mengusung tempat lebih lowong agar pengunjung nyaman menikmati menu. Karena berdasarkan pernyataan Dg Manya, warung yang pertama lebih kecil, jadi lebih banyak yang pesan online dengan Gojek dibanding makan di tempat.

Di outlet keduanya ini, ia berharap orang berkunjung langsung jauh lebih banyak. “Kita sengaja ambil tempat di sini karena dekat dengan banyak kantor dan ruangnya lebih luas, jadi kalau mau singgah langsung bisa lebih nyaman,” terang Dg Naba.

Rata-rata 100 porsi nasi kuning bisa ludes perhari nya di outlet pertama, sementara di outlet kedua masih belum menyentuh setengahnya. “Makanya nanti ini lagi berencana khusus buat sosmed pribadi dan ada khusus digaji untuk mengelola, supaya bisa cepat tersebar informasinya,” harap Dg Naba.

Harga Nasi kuning cinta dibanderol dari Rp 12.000 hingga Rp 25.000 tergantung pilihan lauk utamanya. Lauk utama yang paling murah adalah telur sementara yang paling mahal adalah daging.

Dari berbagai pilihan, justru menu primadona adalah nasi kuning + telur. “Lebih banyak suka yang telur, ka orang Sulawesi kan seleranya itu, kalau daging itu orang-orang Cina ji biasa,” jelas Dg Naba.

Tak hanya nasi kuning, warung ini juga menyediakan beragam jenis bakso serta minuman kekinian yang bisa jadi pelengkap kenikmatan nasi kuning cinta yang Anda nikmati. Warung ini buka dari pukul 07.00 hingga 02.00 Wita, jadi bagi kamu penikmat nasi kuning, punya waktu lowong untuk berkunjung langsung.(*)


BACA JUGA