Bupati Bantaeng

Ipar Gubernur Sulsel Jabat Pj Dirut Perusda

Rabu, 24 Oktober 2018 | 18:37 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com — Perombakan manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perusda) milik Pemprov Sulsel mulai dilakukan. Pucuk pimpinan kini dijabat oleh Taufik Fachruddin selaku Penjabat Direktur Utama. 

Ipar Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah ini menggantikan Haris Hodi yang memilih mundur untuk fokus pada proses pencalonan dirinya di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2018. 

pt-vale-indonesia

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengatakan alasan pemilihan Taufik yang juga menjadi Ketua Tim Pemenangannya, karena punya kapasitas dalam mengelola sebuah usaha. Seperti diketahui, Taufik saat ini juga merupakan salah satu direksi di PT Maruki, sebuah perusahaan pengelolaan kayu di KIMA yang mengeskpor produknya ke mancanegara, terutama Jepang.

Nurdin menekankan, kapasitas Taufik hanya sebagai penjabat. Bukan Dirut Perusda definitif. Tugasnya adalah melakukan inventarisasi terkair berbagai persoalan yang membelenggu Perusda selama ini sehingga tidak kunjung memberi keuntungan kepada Pemprov Sulsel.

Selain itu, kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, Taufik juga ditugaskan untuk mengevaluasi aset Perusda yang ada. Sekaligus melakukan analisa dan perencanaan, bidang usaha apa saja yang cukup prospek atau menjanjikan untuk dikelola Perusda.

“Penunjukan Dirut baru Perusda Sulsel, dia itu (Taufik) sebagai Pj, dia sekarang lagi mempersiapkan beberapa bidang usaha yang bisa menjadi profit centre,” ungkap Nurdin di Hotel Four Point Sheraton, Rabu (24/10/2018).

Lebih jauh dikemukakan, menghadapi kondisi hotel milik pemprov, Grand Sayang Park yang terus merugi, NA mengatakan butuh pengelolaan yang lebih profesional. “Ini persoalan marketing kok. Kalau kita  konsisten ajak tamu-tamu ke sana, tentu akan maju,” katanya.

Taufik membenarkan pengangkatan dirinya sebagai Pj Dirut Perusda. Dia mengaku sudah punya target atas untuk membenahi Perusda ke depan. SK sebagai dirut pun baru diberikan sepulangnya dari Umrah, Selasa siang lalu.

“Kita akan benahi Perusda ke depannya. Akan banyak program. Kami ingin bagaimana Perusda Sulsel bisa berkembang seperti di Jakarta,” ungkapnya.

Dia menjamin Perusda Sulsel akan lebih baik kedepannya. Taufik sudah menyusun sejumlah perencanaan yang terukur, untuk membuat perusahaan yang dipimpinnya lebih berkembang. 

Selama ini kinerja Perusda Sulsel kerap disorot. Pasalnya, sejak kehadirannya hingga saat ini, tak banyak memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang ada malah cukup membebani APBD karena kerap meminta suntikan modal.

Beberapa unit usaha yang dikelola juga kerap merugi. Salah satunya adalah Hotel Grand Sayang Park. Baru setahun beroperasi, hotel tersebut tak mampu menghasilkan kontribusi. Malah terus merugi sehingga sejumlah karyawannya terpaksa dirumahkan dan gajinya selama beberapa bulan tidak dibayarkan.(*)


BACA JUGA