Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG IV Makassar, Daryatno saat ditemui usai Rakor Siaga Cuaca Ekstrem di Hotel Four Points By Sheraton, Rabu (14/11).

Musim Hujan, Banjir dan Longsor Ancam Sulsel

Rabu, 14 November 2018 | 20:23 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Musim hujan sudah mulai memasuki wilayah Sulawesi Selatan. Meski puncak penghujan diperkirakan terjadi antara Desember-Januari, masyarakat diminta mulai waspada terhadap bencana akibat hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan selama empat bulan ke depan akan terjadi cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG IV Makassar, Daryatno mengatakan cuaca ekstrem disebabkan oleh dampak dari masa peralihan musim kemarau ke musim hujan. Sulsel saat ini dilanda fenomena hujan sporadis atau hujan lebat dengan durasi singkat disertai petir hebat dan angin kencang.

“Ini bisa mengakibatkan banjir bandang ataupun longsor secara tiba-tiba. Beberapa daerah perlu diwaspadai, apalagi yang berada di ketinggian atau sekitar sungai,” kata Daryatno, usai Rakor Siaga Cuaca Ekstrem di Hotel Four Points By Sheraton, Rabu (14/11).

Ancaman petir sebelum turun hujan, kata Daryatno sangat berbahaya. Banjir bandang untuk daerah aliran sungai juga perlu diwaspadai.

“Kalau sudah bertanda gelap jangan lagi beraktifitas. Ada awan petir, puting beliung, angin kencang, lalu hujan. Itu tandanya,” tambahnya.

Daryatno memprediksi hujan sporadis melanda Sulsel hingga bulan Maret, tahun depan. Puncaknya di bulan Desember dan Januari.

“Bulan Desember harus meningkatkan keamanan. Tingkat curah hujannya sudah diatas 100 mili meter per detik dengan jangka 3 hingga 6 jam makanya rawan banjir bandang,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA