Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) bersama Dinas Sosial Makassar siap mengawal difabel bisu yang menjadi korban pemerkosaan dan trafficking

PerDIK Siap Kawal Difabel Bisu yang Jadi Korban Pemerkosaan dan Trafficking

Selasa, 27 November 2018 | 21:10 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) Abdul Rahman menegaskan akan mengawal hingga penuntasan kasus penyekapan, pemerkosaan, kekerasan hingga trafficking yang menimpa perempuan difabel Tuli, NT (26). 

NT ditemukan di rumah pelaku Nasriyanto Syarif (24) di Jl Pelita, Makassar, setelah sebulan disekap. Selain itu, korban dipaksa menggunakan narkoba dan dijual kepada teman-temannya dan hasil memperdagangkan korban digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu.

pt-vale-indonesia

“Dari keterangan polisi yang kami dapatkan, bahwa korban dipaksa mengkonsumsi narkoba dan dipukuli untuk mengkonsumsi. Dia juga disekap serta dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya (pelaku) dan dijual kepada rekan-rekannya dan hasilnya membeli Sabu-sabu,” kata Rahman saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Mukhtar Tahir, Selasa (27/11/2018).

Gusdur, sapaan beken Abdul Rahman akan mengawal dan mendampingi kasus tersebut hingga tuntas. Apa lagi, kasus itu masuk dalam kategori kasus trafficking atau perdagangan manusia, suatu kejahatan yang luar biasa.

Dia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sulawesi Selatan. 

“Kami mengumpulkan keterangan korban dan berkoordinasi dengan penyidik Polsek terkait kasus ini,” kata Gusdur.  

Selain itu, kata dia, PerDIK telah menurunkan tim pengacara dan paralegal untuk mengawal kasus ini, serta berkoordinasi dan bekerjasama dengan lembaga perwakilan difabel, seperti Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. 

Sementara Kepala Dinsos Makassar Mukhtar Tahir berjanji akan terus mengawal kasus kejahatan terhadap difabel komunikasi itu. 

“Kami bersama teman-teman akan mengawal kasus ini. Termasuk dari Perdik Sulsel dan Peksos,” kata Mukhtar.  

Diketahui, Timsus Polda Sulsel berhasil mengamankan pelaku penculikan perempuan difabel Tuli di Jalan Pelita Raya Lorong 2 Kota Makassar usai mengkonsumsi narkoba jenis Sabu, Sabtu (24/11/2018) sekitar pukul 22.00 Wita.

Tersangka Nasriyanto Syarif (24) telah melakukan penculikan selama sebulan lamanya dan melakukan pemerkosaan dan penyiksaan terhadap korban.

Kini korban sudah mendapat perawatan di rumah sakit Bhayangkara Makassar, Jl Mappa Oudang Makassar. 

Menurut orang tuanya, anak ketiga dari sembilan bersaudara itu mengalami luka memar di pahanya, luka benjol di kepala, luka memar di dahi dan leher sangat sakit bila digerakkan akibat sering dicekik oleh pelaku.  

Sebelumnya, orang tua dan kerabatanya mencari sendiri keberadaan anaknya. Namun hingga dua Minggu tidak membuahkan hasil, barulah dilaporkan ke polisi. Dua minggu kemudian, korban ditemukan di rumah pelaku.(*)


BACA JUGA