Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin menghadiri Diskusi Kampung Budaya Part II yang digelar Sanggar Seni KOMPLEN (Komunitas Pakampong Tulen) di Jalan Lingkar, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Senin 3 Desember 2018
#

Wabup Bantaeng Minta BudayaTunrung Tallua Kian Disosilisasikan

Senin, 03 Desember 2018 | 23:46 Wita - Editor: Irwan AR - Kontributor: Asmaun - Gosulsel.com

BANTAENG, GOSULSEL.COM – Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin menghadiri Diskusi Kampung Budaya Part II yang digelar Sanggar Seni KOMPLEN (Komunitas Pakampong Tulen) di Jalan Lingkar, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.

Kehadiran orang nomor di daerah berjuluk Butta Toa ini disambut Pimpinan KOMPLEN, Baharuddin bersama ratusan pegiat seni dan budaya dari Kabupaten Bantaeng maupun dari Takalar, Gowa, Jeneponto dan Makassar.

Sejumlah organisasi pemerhati juga hadir diantaranya pemerhati anak dan perempuan, pegiat literasi, pegiat IT serta pemerhati pariwisata. Termasuk Kadis Pariwisata, H Subhan yang punya perhatian dan kepedulian terhadap seni dan budaya di daerah ini.

Wabup Haji Sahabuddin, mengaku sangat kagum dan bersyukur dengan kegiatan yang dihelat KOMPLEN. Pasalnya, saat ini ada kecenderungan modernisasi terus mengikis rasa kecintaan anak bangsa terhadap seni dan budaya.

“Saya sering mendengar Tunrung Tallua tapi cuma namanya. Makna sesungguhnya seperti apa, mungkin sering terlalaikan untuk digali,” tuturnya, Senin (3/12).

Dia berharap jangan lagi meminjam budaya orang lain untuk ditampilkan pada peringatan Hari Jadi Bantaeng yang tidak lama lagi akan dirayakan. Tapi itu dapat tumbuh dari dalam dengan menghadirkan budaya lokal.

Wabup juga mengajak kepada pegiat seni untuk memanfaatkan Balla Lompoa sebagai pusat seni dan budaya. Sebab menurutnya budaya dan agama harus sejalan dan saling mendukung sepanjang didalamnya tidak ada nilai kesyirikan.

Sementara pada sesi diskusi mengangkat tema “Tunrung Tallua” yang dikemas dalam bentuk penyajian dan prespektif sakralisasi, menampilkan Andi Nurbaeti sebagai pembicara yang juga pemerhati budaya, Sulhan Yusuf selaku CEO Boetta Ilmoe dan Irsandi Idrus sebagai Seniman dan Musisi. (*)