Rocky Gerung membawakan materi kuliah umum di Unibos Makassar, Rabu (19/12/2018)

Rocky Gerung: Jangan hanya Full Pencitraan tanpa Pemikiran

Rabu, 19 Desember 2018 | 19:26 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pengurus Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rocky Gerung menyindir pola tindakan dan pemikiran generasi milenial kebanyakan. Kata Rocky, generasi milenial jangan kebanyakan pencitraan tanpa pemikiran.

Rocky mengemukakan pendapat tersebut di hadapan 2.000 lebih peserta kuliah umum bertema ‘Dari Timur Terbit Akal Sehat’ yang diadakan Universitas Bosowa (Unibos) di Balai Sidang 45 Unibos, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (19/12/2018) pagi.

Menurut RG, akronim nama mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu, generasi milenial mesti mempersiapkan diri di tengah perkembangan dunia industri. Baginya, kejernihan dan kecerdasan berpikir sehat harus menjadi modal utama generasi hari ini agar bisa memiliki dayang saing.

“Kita berbincang tentang industri 4.0 yang erat kaitannya dengan masa depan millenial. Dunia sekarang bukan menuntut kita untuk hanya bertindak, bukan untuk pencitraan tanpa pemikiran,” ucap RG.

Akal sehat, kata RG, adalah investasi terbesar bagi generasi milenial agar dapat menjadi lokomotif perubahan sosial serta kemajuan bangsa ke arah yang lebih baik. “Yang dibutuhkan adalah bagaimana kita bisa menggunakan akal sebagai investasi terbesar untuk mengubah bangsa,” papar salah satu pendiri SETARA Institut itu.

Agar ilmu pengetahuan yang dimiliki generasi milenial tidak terbuang sia-sia, RG menyarankan agar mengurangi kebiasaan eksis tanpa makna.

“Jangan hanya full pencitraan tetapi kurang pemikiran. Generasi millenial harus menghindari itu agar ilmu pengetahuannya tidak sia-sia,” jelas pria kelahiran Manado itu.

RG juga mengarahkan agar pelajar, mahasiswa, dan para demonstran untuk bisa meningkatkan kualitas wacana saat menggelar unjuk rasa. “Untuk mahasiswa yang suka melakukan kritisasi terhadap berbagai hal, akal sehat juga bisa digunakan untuk menjadi lemparan berkualitas,” tukas RG.

Pemikir Filsafat Feminisme itu hadir di Unibos didampingi pendiri Bosowa H.M.Aksa Mahmud dan Rektor Unibos, Prof Saleh Pallu, M.Eng.(*)


BACA JUGA