Golkar Minta Muslimin Bando dan Iksan Iskandar Tetap Bekerja untuk Partai

Rabu, 02 Januari 2019 | 12:10 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Partai Golkar enggan mempermasalahkan ketua partai yang memiliki keluarga nyaleg di partai berbeda, khususnya istri dan anak.

Meski adanya keluarga yang memilih jalur politik berbeda dinilai bisa menjadikan ketua partai main dua kaki, akan tetapi bagi Golkar telah membangun komitmen.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Harian Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Partai Golkar Sulsel, Syamsu Rizal.

“Kita sudah membangun komitmen dan tidak ada masalah,” kata Deng Ical sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, kemarin, Selasa (1/1/2019).



Setidaknya ada dua ketua Golkar yang memiliki keluarga bertarung di partai berbeda, yakni istri Ketua Golkar Jeneponto Iksan Iskandar, Hj. Hamsiah Iksan membidik kursi DPR RI melalui partai NasDem.

Selanjutnya anak ketua Golkar Enrekang Muslimin Bando, Mitra Fachruddin MB membidik kursi DPR RI melalui partai PAN.

Deng Ical mengaku, keduanya telah melakukan klarifikasi dan komitmen tetap membantu Golkar. Olehnya dia meminta keduanya tetap komitmen dan fokus memenangkan Golkar.

“Ketua Golkar Jeneponto dan Enrekang tetap bekerja untuk Golkar. Jadi sudah clear tidak ada masalah,” tandasnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Priyanto yang dikonfirmasi tidak menepis, bahwa sikap politik antar keluarga yang berseberangan tentunya akan mempengaruhi fokus ketua partai dalam memperjuangkan kepentingan partai.

Bukan hal yang tidak mungkin, sekalipun berstatus ketua partai, tapi yang bersangkutan akan tetap membantu, bahkan mendahulukan kepentingan keluarga. Dia melanjutkan bahwa fenomena tersebut cenderung merupakan konsekuensi dari Pilkada sebelumnya. Dimana biasanya terikat oleh kontrak politik atas dukungan Pilkada.

“Saya kira majunya istri ketua partai di kontestasi Pileg 2019, pada partai yang berbeda lebih sebagai konsesi dukungan pada Pilkada sebelumnya. Tergantung perjanjian mereka, tapi perjanjian utama biasanya hanya mendorong istri atau anak menjadi Caleg dan urusan terpilih adalah langkah selanjutnya,” kata Luhur.(*)