Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Melepas Kapal Kemanusiaan ke Lombok, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Selasa (18/9/2018)

2019, Pertumbuhan Ekonomi Sulsel di Kisaran 7,2-7,6 Persen

Kamis, 03 Januari 2019 | 22:01 Wita - Editor: Irwan Idris -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Tahun 2019 perekonomian di Sulsel diperkirakan akan tumbuh lebih baik dalam kisaran 7,2 persen hingga 7,6 persen. Tercatat, sepanjang 2018 pertumbuhan ekonomi Sulsel di angka antara 7,0 persen hingga 7,4 persen.

Analis Senior dan Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveilens Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rahmad Hadi Nugroho mengungkapkan ada beberapa hal yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulsel naik, di antaranya daya beli rumah tangga yang diperkirakan tetap kuat.

pt-vale-indonesia

Selain itu, konsumsi pemerintah yang tetap tinggi, didukung dengan terus berjalannya pembangunan infrastruktur serta sarana publik, membaiknya iklim investasi, dan perbaikan pola penyerapan anggaran belanja pemerintah.

“Ekspor tetap bertumbuh, namun dibayangi dengan risiko permintaan ekonomi dunia dan negara mitra dagang yang cenderung melemah di tahun 2019. Sejalan dengan itu, inflasi, stabilitas keuangan daerah, dan sistem pembayaran juga masih tetap terjaga,” jelas Rahmad Hadi, Rabu (02/01/2019) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin, Anas Iswanto menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di Sulsel tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun global. Apalagi Amerika saat ini telah menaikkan suku bunganya menjadi tiga persen.

“Di tahun 2019, masih banyak yang tidak pasti. Apalagi Amerika itu menaikkan suku bunganya menjadi tiga persen. Itu angka yang sangat besar dan tentu mempengaruhi dolar. Kemudian, perang dagangnya juga masih berlangsung antara Amerika dengan Tiongkok,” bebernya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar pemerintah Sulsel dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang kini dinilai sudah cukup bagus.

“Tidak ada satupun negara yang berani menargetkan tinggi pertumbuhan ekonominya. Termasuk kita (Indonesia). Jadi, mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sekarang itu sudah bagus. Kalau pun naik, tidak bisa naik banyak, karena kita sangat tergantung dari impor,” terang Anas.

Menurutnya, apabila ekspor tidak bisa meningkat, maka pertumbuhan ekonomi susah untuk bergerak ke atas. Sehingga, kata dia, langkah yang tepat dilakukan saat ini adalah dengan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang ada.

“Kalau ekspor kita tidak bisa meningkat, ya pertumbuhan ekonomi susah untuk bergerak ke atas. Jadi saya kira untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi itu sudah prestasi menurut saya. Karena kondisi ekonomi dunia juga terjadi perlambatan,” pungkasnya.(*)

 

Reporter: Fadillah Bahar/Gosulsel.com