Mayat Rudi residivis yang terpaksa ditembak setelah berusaha kabur dari sergapan petugas, di rumah sakit Bhayangkara Makassar, Selasa 8 Januari

Bak Film, Aksi Kejar dan Tembak Menembak, Rudi Residivis Pencurian Kabel BTS Tewas

Selasa, 08 Januari 2019 | 15:42 Wita - Editor: Irwan AR -

MAKASSAR,GOSULSEL.COM — Rudi bin Kamaruddin (40) warga Jalan Baji Minasa, Kota Makassar akhirnya meregang nyawa terkena tembakan di bagian dada belakang yang tembus kedepan.

Rudi merupakan otak dari pelaku pencurian Pencuri Baterai BTS Telkomsel yang berada di Kabupaten Maros dan Takalar beberapa waktu lalu.

Panit Timsus Polda Sulsel IPDA Arthenius mengatakan, sebelum Rudi diamankan, terlebih dahulu mengamanka anak buah dari Rudi yaitu Kifli (21) dan Nua (25) tdi Jalan Bajiminasa.

“Nah, berdasarkan dari informasi Kifli dan Nua. Ternyata Rudi sedang berada di Kabupaten Maros hendak kembali mencuri di Tower Telkomsel bersama Pudding (21) yang berada di Maros,” ungkap Arten saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (8/1/2019).



Personel gabungan, Timsus Polda Sulsel dan Tim Jatanras Polres Maros kemudian bergegas ke Kabupaten Maros untuk melakukan penangkapan.

Tiba di lokasi, Saat melihat petugas, Rudi dan Pudding kemudian bergegas naii ke mobil Avanza yang merupakan mobil rental yang dipakai untuk melakukan pencurian.

Tak sampai disitu, Rudi dan Pudding yang naik ke mobil, tak segan-segan untuk menabrak para anggota personel gabungan.

“Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan. Mulai dari Kabupaten Maros hingga masuk ke samping Jalan Tol Ir. Sutami,” Arten menjelaskan.

Karena merasa pelaku terus menancap gas mobilnya. Akhirnya petugas mengambil tindakan dengan cara mmmberikan tembakan peringatan ke udara.

“Tak diindahkan lagi. Akhirnya kami melakukan tembakan terukur ke arah mobil tersebut berkali-kali,” paparnya.

Karena sudah keterlaluan, tim akhirnya menembak ban mobil yang dikendarai Rudu dan Pudding.

“Kaca serta bannya pecah. Akhirnya mobil merosot kepinggir selokan. Saat kami lakukan pengecekan ternyata peluru juga mengenai Rudi dan Nua,” bebernya.

Rudi terkena luka tembak masuk punggung kiri sebanyak satu tembakan, luka tembak di dada bagian kiri sebanyak dua kali dan Luka tembak pada betis kanan sebanyak satu kali.

“Sedangkan Pudding mengalami luka tembak pada punggung sebanyak satu kali dan luka tembak pada paha kiri sebanyak satu kali,” Arthen menambahkan.

Tak ingin keteteran, Tim Gabungan tersebut akhirnya membawa kedua pelaku menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.

Nahas, Rudi akhirnya tewas ditengah perjalan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Sementara Pudding masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara,” paparnya.

Di dalam mobil tersebut, lanjut Arthen, ditemukan barang bukti berupa alat yang digunakan untuk mencuri berupa Obeng, Tang dan kunci-kunci lainnya.(*)

(Kontributor: Jusrianto/Gocakrawala)


BACA JUGA