Acara adat mappasili pada pernikahan anak dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (9/1/2019)

NA Undang Jokowi dan Prabowo, JK dan Ganjar Jadi Saksi

Rabu, 09 Januari 2019 | 16:05 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengaku haru akan melepas putranya Fathul Fauzy Nurdin (Uji) untuk menikah dan berumah tangga.

“Agak ada sedikit rasa haru gitu ya,” kata Nurdin Abdullah usai acara adat mappasili di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (9/1/2019).

NA menyampaikan, dia melayani seluruh kebutuhan anaknya. Ketiga anaknya saat masih kecil dia yang memandikan langsung, memakaikan baju hingga mengantar ke sekolah.

“Jadi Uji ini yang terakhir nih jadi karena saya pikir dia sudah mandiri,” ujarnya.



Tambahnya, kemandirian ini didukung karena Uji telah memiliki usaha bisnis sendiri, berupa jasa pembersihan sepatu di Jakarta dengan beberapa outlet.

Adapun prosesi mappasili ini merupakan acara puncak dari prosesi acara pernikahan yang dilaksanakan di Makassar, hari ini, selain acara mattimpu dan khatam Al-Qur’an.

Acara adat mappasili pada pernikahan anak dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (9/1/2019)

Sedangkan untuk acara akad nikah dan resepsi akan dilaksanakan di Jakarta, 12 Januari mendatang yang dilaksanakan oleh pihak mempelai perempuan.

“Alhamdulillah, jadi sebenarnya kita tidak ada pesta jadi kita hanya ikut adat. Ada prosesi mappasili, tadikan itu dibersihin dari segala dosa dari baik pada orang tua maupun kepada semua kolega-kolega,” sebut Nurdin Abdullah.

Untuk mappaccing pada malam harinya, yang akan memberikan restu disampaikan oleh NA, yakni Forkopimda, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat. Sementara untuk acara di Jakarta yang akan menjadi saksi itu yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Pak JK dari kami, terus dari pihak perempuan adalah Gubernur Jawa Tengah Pak Ganjar (Ganjar Pranowo), terus di resepsi akan hadir bapak Presiden Jokowi, Ibu Mega dan beberapa pejabat yang lain,” ujarnya.

Selain itu tokoh-tokoh nasional lainnya juga diundang seperti Prabowo, SBY dan BJ Habibie. Selanjutnya, NA juga menanggapi terkait jika seorang pejabat melaksanakan hajatan, termasuk pernikahan maka akan diawasi oleh KPK.

“Sekarang ini kan tidak ada satupun rupiah APBD, terus kita satu pun tidak meminta kepada semua untuk membawa sesuatu kepada kita. Tidak ada, tidak ada celengan, ya semuanya kita, kalaupun ada akan kita laporkan,” ujarnya.(*)