Danny Pomanto menerima kunjungan UNICEF, Rabu (09/01/2019)/Fadhillah Bahar/GOSULSEL.COM

Program Perlindungan Anak, Danny Pomanto Paparkan Konsep ‘Rumah Hati, Rumah Huni’ ke UNICEF

Rabu, 09 Januari 2019 | 20:13 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto menerima kunjungan United Nations Children’s Fund (Unicef) di Balai Kota Makassar, Jl. Ahmad Yani, Rabu (09/01/2019).

Kehadiran Unicef bersama Yayasan Bakti dalam rangka melaporkan capaian dan tantangan yang dihadapi Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) di Makassar.

Chief Field Office Unicef Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja menyampaikan laporan pencapaian dari kampanye imunisasi campak rubella di Makassar tahun 2018 melampaui target di atas 95 persen per 31 Desember 2018.

“Dari program pemerintahan, kami ada beberapa program, pertama catatan sipil, pencapaian cakupan akta lahir 93 persen dan program e-bullying di sekolah. Pemerintah kota sudah mereplikasi dengan anggaran sendiri. Tahun ini berlanjut, dari sebelumnya 4 sekolah akan dikembangkan lagi,” jelas Henky.



Sementara itu, spesialis perlindungan anak Unicef, Amelia Tristiana menegaskan bahwa PKSAI ini bersifat pencegahan. Pihaknya tidak menginginkan adanya anak-anak jadi korban. Namun lebih mengarah pada proteksi dini terhadap anak yang rentan sebelum menjadi korban.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto menyampaikan pihak Pemerintah Kota akan lebih konsen dan maksimal terhadap masalah sosial anak-anak. Salah satunya dengan pengembangan konsep ‘rumah hati, rumah huni’, stop bullying di sekolah, dan trauma healing.

“Ini semua kita segera benahi, saya sudah sampaikan Plt. Kepala Dinas Sosial. Karena memang persoalannya di sini. Unicef banyak menyampaikan keluhan terkait Dinas Sosial sebelumnya. Kita minta maaf untuk itu, kita akan perbaiki tahun ini, dengan Kadis Sosial kita yang baru,” jelasnya.

Sebagai 5 wilayah yang masuk percontohan secara nasional untuk PKSAI, Danny mengatakan akan lebih detail dan lebih terintegrasi sehingga tidak terulang lagi masalah-masalah sebelumnya.

“Masalahnya kita punya ‘rumah hati rumah bakat’ tapi tidak jalan. Saya minta dijalankan, analisisnya sudah cukup, kita langsung praktek saja, kita jalankan,” tegas Danny.(*)


BACA JUGA