LDK UIN Alauddin Makassar, Rabu (09/01/2019)/Mutmainnah/GOSULSEL.COM

Seminar Nasional Keislaman LDK MPM UIN Alauddin Cetuskan 4 Ciri Pemuda Terbaik

Rabu, 09 Januari 2019 | 22:56 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Berangkat dari anggapan ketidakmampuan menjaga identitas Muslim secara utuh tanpa kontaminasi di era milenial, maka beragam cara pun dilakukan untuk menyadarkan generasi muda.

Salah satunya datang dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Mahasiswa Pecinta Masjid (MPM) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Harapan memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa kejayaan dan kesejahteraan negeri lahir dari generasi yang senantiasa mengamalkan amalan terbaik, LDK MPM UINAM pun memprakarsai Seminar Islam Nasional (SIN).

SIN tersebut terselenggara pada Rabu (9/1/2019) di gedung Charakter Building Training (CBT) UINAM.



Ketua Umum LDK MPM UINAM, Dzulkarnain menjelaskan maksud dari generasi dengan amalan terbaik adalah yang menerapkan Al-Qur’an dalam hidupnya sehingga dapat berkontribusi besar untuk masa depan

“Generasi itu yang senantiasa beramal dalam menerapkan Al-Qur’an dengan syarat mengajak dalam kebaikan, mencegah dari keburukan dan beriman kepada Allah. Tercapainya ketiga hal ini akan memberikan dampak yang sangat berpengaruh terhadap masa depan generasi hari ini,” terangnya.

Seminar tersebut menghadirkan Kapolda Sulsel yang diwakili oleh Kasubdit Bhabin Kantibmas, Muhammad Darwis dan Ustadz Muh. Fakhrurrazi Anshar sebagai pembicara.

Bertemakan “Umat Terbaik Yang Dinantikan”, Muhammad Darwis memaparkan terkait betapa Pemuda adalah harapan bagi bangsanya di masa depan. Sementara Ustadz Fakhrurrazi Anshar menjabarkan bagaimana mencintai tanah air dengan cara mencintai Islam dahulu.

Ustadz Fakhrurrazi mengajak peserta yang hadir untuk mewujudkan 4 elemen penting agar benar-benar menjadi umat terbaik. 4 hal tersebut adalah keluhuran Budi pekerti/akhlak yang mengarah pada Aqidah Islam, memanfaatkan waktu untuk yang bermanfaat, membuat karya serta membangun sebuah peradaban.

“Mesti Kita perbaiki akhlak, lalu tidak membuangnya dengan sia-sia, kemudian menghasilkan karya untuk bangsa, dan membangun peradaban,” urai Ustadz Fakhrurrazi.(*)

Tags: