Perubahan cuaca/INT

Potensi Perubahan Cuaca, Jaga Kesehatan dengan Lakukan Hal Ini

Kamis, 10 Januari 2019 | 08:32 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Beberapa hari ini Kota Makassar kembali menyajikan panasnya setelah dirudung hujan hingga banjir. Di satu sisi, potensi hujan masih tetap memburu.

Dua cuaca bertolak belakang ini ke depannya diprediksi akan bergilir. Perubahan cuaca seperti ini tak ayal berpengaruh terhadap kesehatan.

Muhammad Nashrullah Ilham yang berprofesi sebagai perawat memaparkan bahwa faktor perubahan cuaca menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Akhirnya, berbagai jenis kuman pun leluasa masuk ke dalam tubuh, akibatnya tubuh semakin mudah untuk jatuh sakit.

“Kalau sudah terkena sakit, jangan obati sendiri, manfaatkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, dan lain-lain,” tambahnya.



Nashrullah juga mengungkapkan bahwa flu, diare, types, dan DBD jadi penyakit langganan yang paling potensial bertamu tanpa izin dalam tubuh di kondisi cuaca saat ini.

Kepada Gosulsel.com, perawat yang belum lama menyelesaikan S2 nya tersebut mengingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik serta makan sayur dan buah.

Terkait dengan jenis buah-buahan yang sehat untuk dinikmati, Nashrullah membebaskan memilih buah apa saja yang tersedia, “Yang tersedia saja, bisa pisang, pepaya dan lain-lain,” katanya.

Namun khusus untuk penderita diare, ia menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi buah terlebih dulu.

“Tapi disesuaikan juga, misalnya kalau lagi diare tentu jangan makan buah-buahan dulu,” jelasnya.

Selain itu, faktor kebersihan lingkungan sering kali jadi masalah utama sakit melanda. Hal sepele seperti kebiasaan untuk selalu mencuci tangan menurut Nashrullah sering dilupakan masyarakat, padahal justru berperan penting dalam kesehatan.

“Yang sepele tapi sangat berperan mencegah penyakit dengan membiasakan cuci tangan,” terangnya.

“Bukan karena musimnya, tapi kondisi lingkungan kita. Walau bukan musim hujan kalau kebersihan tidak dijaga tetap berpotensi menimbulkan penyakit,” pungkas Nashrullah.(*)