Hikayat Sebuah Mushollah Kecil di Tepi Sawah Antang

Minggu, 13 Januari 2019 | 16:08 Wita - Editor: Irwan AR -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – – Sebuah mushollah kecil dibangun di kafe outodoor yang cukup hits di anak-anak komunitas di Makassar dan sekitarnya. Rumah Kecil kafe yang berada di jalan Pannara Raya, Antang.

Mushollah ini cukup unik dan tidak biasa dibandingkan mushollah yang hadir di mall atau perkantoran. Sentuhan alam terasa benar, apalagi kafe Rumah Kecil sendiri yang outdoor dan berada di tepi sawah.

“bangunannya tidak punya gambar awal juga tidak punya konsep dibangun mengalir saja, bahannya didominasi kayu dan bambu bonggol,” ungkap Adi Doank, owner Rumah Kecil saat meresmikan secara sederhana mushollah ini.

Bagian Dalam Mushollah Rucil

Adi yang juga tercatat caleg dapil Panakkukang Manggala ini mengungkapkan bahannya juga memakai reranting pohon yang dikumpulkan di luar kota Makassar.



” Beberapa bahannya ada yang dipesan khusus adapula yang kebetulan ditemukan,” ungkapnya.

Salah satunya ranting-ranting kayu yang dipakaki rupanya ditemukan disalah satu hutan digowa yang habis kebakaran.

Ben bangunan mushollah ini adalah bangungan panggung dua lantak. Lantai dasar untuk mushollah lantai dua diperuntukkan untuk sahabat-sahabat rucil – sebutan bagi anak anak komunitas yang kerap berkumpul- dari luar kota untuk menumpang istirahat

Luas bangunan keseluruhannya 5×5 meter, anggaran yg digunakan sekitar 25jt. Setelah berproses kurang lebih lima bulan lamanya. Hadirlah Musholah ini. Diperkenalkan ke jejaring komunitas dalam sebuah video berdurasi dua menit 10 detik dan diunggah ke akun instagram rumah kecil.

Menjelang rampung, mushollah ini akhirnya menemukan bentuknya, arsitekturnya dengan cepat terasa alam dan tradisi berpadu dalam suasana religius yang adem saat melihat maupun melaksanakan sholat atau sekedar rehat sejenak.

“Kami tambahkan ornamaen gammaca dengan motif belah ketupat, yang menjadi simbol appa sulapa bugis makassar, mandar toraja,” jelas Adhi.
Karenanya ia berharap dengan hadirnya mushollah ini bisa menjadi sarana bagi pribadi keluarga dan sahabat-sahabat untuk senantiasa mengingat sang pencipta alam semesta juga akan akar jati diri sebagai orang bugis makassar.(#)