Irfan Syamsir
#

Komunitas Pencintra Sastra dan Literasi Ajak Masyarakat Pulau Pilih Caleg Peduli Laut

Minggu, 13 Januari 2019 | 12:53 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Founder Komunitas Pencinta Sastra dan Literasi (Konspirasi), Irfan Syamsir memiliki cara tersendiri untuk menentukan hak pilih warga yang bermukim di daerah kepulauan, pada Pileg 17 April 2019 mendatang.

Putra kepulauan Pangkep ini mengajak warga pulau memilih dengan cerdas dan bijaksana, khususnya warga yang ada di kepulauan Pangkep. Khusus masyarakat daerah pemilihan (Dapil) IV Pangkep, meliputi Kecamatan Liukang Tangayya dan Liukang Kalmas, Irfan berharap memilih sosok Caleg yang benar-benar mewakili aspirasi masyarakat setempat.

“Bukan asal pilih saja, seperti memilih kucing dalam karung dan akhirnya salah pilih, lalu kecewa. Bukan memilih karena janji semata, tetapi memilih dengan melihat sepakterjang sang calon, serta memilih calon yang relevan dengan hajat hidup masyarakat pulau, itulah yang paling penting,” Tutur Irfan Samsir, Minggu (13/1/2019).

Menurut Irfan, Ada kebutuhan mendesak dari masyarakat pulau yang harus jadi acuan dalam memilih wakil rakyat diparlemen, yakni perihal sumber daya kelautan dan perikanan yang kian merosot.



“Hal ini berkaitan erat dengan masalah kesejahteraan masyarakat pulau yang notabene menggantungkan hidup pada hasil laut. Dilain hal, masih maraknya aktivitas destruktif fishing (perusakan laut) didaerah tersebut (Kepulauan Pangkep) menuntut adanya solusi konkret dari berbagai pihak,” kata dia.

“Masyarakat tidak bisa berbuat banyak, tanpa peran dari berbagai pihak, dalam hal ini legislator yang dimandat oleh rakyat untuk merumuskan peraturan daerah (PerDa) yang mengakomodir kebutuhan masyarakat setempat,” Sambung Irfan Samsir.

Dia menjelaskan, umumnya warga kepulauan Pangkep bermatapencaharian sebagai nelayan tangkap tradisional dan petani rumput laut. Jika laut bersih dari aktivitas pembiusan maupun pengeboman ikan, kata dia itu jelas akan meningkatkan pendapatan nelayan maupun petani rumput laut.

“Sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya, saat AKBP Muh. Hidayat menjabat sebagai Kapolres Pangkep dan sempat memulihkan dan berefek pada peningkatan pendapatan warga kepulauan,” katanya.

“Kebutuhan masyarakat pulau adalah hasil tangkapan ikan yang melimpah, tanpa harus menggunakan alat seperti bom, bius yang mengancam keberlanjutan sumberdaya perikanan dan kelautan. Masyarakat sekarang juga harus melihat, yang dibutuhkan bukan lagi berupa bantuan barang atau fisik, kalaupun ia, sebaiknya itu dinomor duakan dari prioritas kebutuhan, sebab yang utama dimana masyarakat menggantungkan hidup,” lanjut Irfan.

Dia melanjutkan, sudah seharusnya masyarakat mencari wakil rakyat, yang visi dan misinya merepresentasekan aspirasi masyarakat.

“Masyarakat harus cerdas memilih, harus bijak memilih. Harus tahu bedakan janji. mana yang benar, dan yang kelihatan benar, bukan jadi pemilih janji bubuk (buta dan busuk). Pilih wakil rakyat yang representatif dengan visi masyarakat,” tandasnya.(*)