Suasana nobar debat perdana Capres di rumah pribadi Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Kamis (17/1/2019) malam ini/Muhammad Fardi/GOSULSEL.COM

Debat Segmen Pertama, Penjelasan Indonesia Maju Vs Indonesia Menang

Kamis, 17 Januari 2019 | 21:36 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Peserta nonton bareng Debat perdana Capres di kediaman Wali Kota Makassar bersorak saat calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyampaikan visi dan misi pada segmen debat kandidat perdana calon presiden dan calon presiden, di Hotel Bidakarta, Kamis (17/1/2019).

“Visi kami adalah Indonesia maju, kami menawarkan optimisme, saya berkeyakinan semakin maju dan modern semua negara maka penagakan hukum semakin maju,” kata Jokowi.

Diapun menyinggung soal pelanggaran HAM masa lalu. Dia mengaku tidak mudah menyelesaikan masalah tersebut, karena kejadian yang sudah lama sehingga sulit membuktikan pelanggaran tersebut.

“Memang kita masih memiliki beban pelanggaran HAM masa lalu, tidak mudah menyelesaikannya, karena masalah pembuktian,” kata Jokowi.



Meski begitu, dia berkomitmen akan menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu yang dimaksud. “Kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini,” ucapnya.

Masih lanjut Jokowi, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang tegas adalah penegasan pemberantasan korupsi.

Sementara itu, calon presiden nomor urut 01, Prabowo Subianto juga memperkenalkan visi dan misa yang dia usung bersama wakilnya Sandiaga Salahuddin Uno.

“Visi kami beri nama Indonesia Menang. Indonesia Menang, karena kita berada pada kondisi yang sangat tidak menguntungkan,” ujarnya.

Soal penegakan supremasi hukum, Prabowo – Sandi mendorong penguatan lembaga penegakan hukum

“Dan juga lembaga-lembaga pemerintahan harus kuat. Khususnya lembaga penegakan hukum,” katanya.

Menurut dia, integritas oknum penagakan hukum harus didorong. Sehingga dia akan menyelesaikan akar permasalahan. Menurutnya kesejahteraan penegakan supremasi hukum harus terjamin.

“Kami menghadapi masalah hukum, korupsi dan terorisme kami harus menyelesaikan pada muara masalah. Muara masalah yang saya maksud kita harus cukup uang untuk menjamin kualitas hidup,” katanya.

“Kita harus gaji hakim kita begitu hebat sehingga tidak begitu terpengaruh (pada perilaku korupsi), termasuk jaksa dan polisi kita,” tandasnya.