Komisioner KPU RI Viryan Azis pertama (kanan) melakukan pemencetan tombol secara simbolis sebagai tanda Kick Off cetak surat suara Pemilu 2019 untuk area Makassar di Percetakan PT.  Adi Perkasa Makassar, Jl. Adipura, Minggu (20/01/2019).

Bukan di Makassar, Surat Suara untuk Sulsel Dicetak di Jakarta

Minggu, 20 Januari 2019 | 15:43 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM РSurat suara Pemilu untuk Sulawesi Selatan dicetak di DKI Jakarta. Padahal salah satu perusahaan percetakan di Makassar, yakni PT Adi Perkasa Makassar mencetak kurang lebih 77 juta  alias 8,2 persen surat suara.

Komisioner KPU RI, Viryan Azis menjelaskan pencetakan surat suara tersebut bukan berdasarkan lokasi, akan tetapi berdasarkan harga terendah yang diajukan oleh perusahaan.

Sebanyak 34 paket pengadaan surat suara berdasarkan jumlah provinsi, yang mengajukan penawaran terendah untuk surat suara di Sulsel adalah perusahaan yang berdomisili di DKI Jakarta.

“Jadi proses pengadaan surat suara ini melalui proses E-katalog, ada 34 paket sesuai provinsi kita 34, dan kemudian setiap pihak bisa berpartisipasi, yang diambil pemenangnya berdasarkan harga terendah yang disampaikan. Dengan demikian terjadi kondisi seperti ini,” kata Viryan, Minggu (20/1/2019).



Dia mengatakan kondisi ini sudah digunakan sebelumnya, bahkan pada Pilkada Provinsi dan Kabupaten Kota.

“Ini sudah seperti sebelumnya, contoh, misalnya Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, waktu putaran pertama dicetaknya di Makassar, putaran kedua di Jakarta,” ucap dia.

“Mengapa di Makassar? karena dalam proses E-Katalog yang di Makassar yang terendah,” tuturnya.

Dijelaskan kembali, kondisi ini sekaligus bisa menghemat biaya pencetakan kertas surat suara dari Pagu anggaran yang telah disediakan.

“Sulsel di DKI Jakarta. Lho kenapa, ada pertanyaan mengapa surat suara Sulsel di DKI Jakarta? Kebetulan yang menang untuk surat suara di Sulawesi Selatan itu perusahaanya di DKI Jakarta. Seperti Pilkada Kota Makassar, tidak mesti dicetak di lokasi tersebut, tapi berdasarkan penawaran terendah, misalnya kertas suara Pilgub Sulsel dicetak di Kudus, Pilkada Kota Makassar dicetak di Surabaya,” tandasnya.(*)