Manager Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy
#

Irisan Keluarga Pengaruhi Tensi Politik Caleg Kabupaten Kota

Rabu, 23 Januari 2019 | 12:59 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Irisan suara keluarga memengaruhi tensi politik Caleg tingkat Kabupaten/Kota dibandingkan Caleg DPR RI dan DPRD Provinsi. Hal ini lantaran tidak sedikit keluarga yang bertarung di Dapil yang sama, sehingga kompetisi perebutan suara di jajaran keluarga akan lebih terasa efeknya.

Manager Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy yang dikonfirmasi menilai iklim kompetisi Pileg di semua level baik DPR RI hingga DPRD Kab/Kota punya dinamika tersendiri.

Sengit atau tidaknya pertarungan sangat ditentukan oleh kemampuan personal calon legislatif (caleg) dalam melakukan sosialisasi.

Namun, dia mengakui jika di level kabupaten, gesekannya lebih terasa dibanding perubutan kuralsi di DPRD tingkat provinsi maupun DPR RI.



“Gesekan yang dimaksud dalam hal ini adalah perebutan suara dalam ceruk pemilih yang sama. Misalnya dua orang caleg bertarung di dapil yang sama dan berasal dari rumpun keluarga yang sama,” ujarnya, Rabu (23/1/19).

Gesekan di level kabupaten pada pertarungan Pileg 2019 akan lebih terasa karena jumlah caleg yang berkompetisi lebih banyak.

“Kemudian metode tandem yang diterapkan Caleg DPR RI, seringkali mengandalkan Caleg Kabupaten untuk meraih dukungan. Di samping itu, caleg kabupaten/kota memang lebih dekat dengan calon konstituennya,” tambah Sandy, sapaan akrabnya.

Ketika gesekan di level kabupaten cukup potensial, bukan berarti menjadi parameter kompetisi politik di level kabupaten menjadi seru. Karena bagi Sandy, seru atau tidaknya kompetisi politik tergantung dari strategi, program dan pendekatan yang dilakukan seorang caleg dalam meraih simpati.(*)


BACA JUGA