Harga Tiket Pesawat Tinggi, Begini Curhatan Pemuda Asal Makassar Ini

Kamis, 24 Januari 2019 | 22:30 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Muhammad Amin Rais (24), pemuda asal Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan terpaksa harus menghemat pengeluaran lantaran harga tiket pesawat yang naik dua kali lipat dari sebelumnya.

Amin, sapaan akrabnya, yang saat ini bekerja di KPU Bea Cukai Soekarno Hatta DKI Jakarta menuturkan, setiap tahun intensitas pulang ke kampung halamannya (Makassar) sebanyak dua bulan sekali dengan menggunakan pesawat.

“Saya tumbuh dan besar (rumah) di Makassar, teman main dan keluarga juga di Makassar jadi tempat pulang maupun liburan yang paling dinantikan yaitu ke Makassar,” ujarnya.

Menurut Amin, harga tiket Jakarta-Makassar pulang pergi saat itu hanya sekira Rp1,2 juta. Namun, menjelang hari libur kegamaan atau akhir tahun, harga tiket yang akan naik dua kali lipat telah diantisipasi sebelumnya dengan menghemat pengeluaran.



Sementara, di akhir tahun 2018 seperti biasanya harga tiket naik dua kali lipat sekitar Rp1,3 juta sekali berangkat. Sehingga harga tiket pulang pergi Jakarta-Makassar bisa mencapai  Rp2,6 juta. 

“Pikiran saya sebagai orang yang sering menggunakan pesawat untuk pulang ke rumah di akhir tahun pastinya sudah membuat jadwal untuk pulang setelah periode liburan akhir tahun karena harga tiket akan normal kembali,” kata Amin.

“Namun setelah liburan akhir tahun telah selesai, harga tiket tidak kunjung normal bahkan naik bisa mencapai 3 kali lipat. Haruskah makan tiga kali sehariku dengan mie instan terus numpang tinggal di rumah tetangga kos,” curhatnya.

Setelah harga tiket yang tak kunjung kembali normal, kata dia, pertemuan dengan keluarga dan teman semakin sulit. Belum lagi, adanya kebijakan bagasi yang sudah tidak gratis untuk beberapa maskapai.

“Biasanya, jika ada hari terjepit misalnya hari Selasa itu tanggal merah maka hari Seninnya itu hari yang pas untuk ambil cuti. Pulang ke rumah, kembali berkumpul dengan keluarga dan teman bermain. Sudah waktu pertemuan dengan keluarga dipersulit, sepertinya dibatasi juga untuk beli oleh-oleh untuk keluarga,” tambahnya.

Beberapa kali ia mencoba iseng cari rute Jakarta keluar negeri, harganya malah jauh lebih murah.

“Bisa tidak keluarga dan teman main saya dipindahkan keluar negeri saja. Pernah juga iseng cari penerbangan Biak – Jakarta itu Rp6 juta, biak – Singapura Rp4 juta (transit Jakarta) di mana kedua rute penerbangan ini menggunakan maskapai yang sama,” keluhnya.(*)