Kendaraan dinas (randis) yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir Selasa hingga Rabu lalu
#

10 Unit Randis Roda Empat Maros Rusak Terendam Banjir

Jumat, 25 Januari 2019 | 20:54 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Banjir yang melanda Kabupaten Maros beberapa hari lalu tidak hanya merendam pemukiman warga di 12 kecamatan di Maros tapi juga kantor-kantor Pemerintah. Akibatnya, kerugian materil yang diakibatkan banjir ini cukup besar termasuk banyak kendaraan dinas roda empat yang terendam banjir. 

Kepala Bagian Aset Sekretariat Daerah Maros Lorensius Nong Kese menyebut, sedikitnya ada 10 kendaraan dinas yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir Selasa hingga Rabu lalu. Kendaraan dinas roda empat ini merupakan kendaraan yang terparkir di Kantor Bupati Maros saat banjir melanda. 

“Untuk kendaraan roda empat ada 10 unit yang terendam banjir, ada yang merk Toyota Avanza maupun Daihatsu Terios. Ini kendaraan yang sebelumnya ditinggalkan oleh kepala dinas maupun pejabat lainnya yang telah pensiun, saat pensiun kan mereka mengembalikan randis dan memang ada beberapa jabatan yang belum terisi kembali jadi randis tersimpan,” ujar Lorensius, Jumat (25/1/2019).

Sejumlah kendaraan dinas (randis) Pemkab Maros rusak akibat banjir

Dia menjelaskan, sebenarnya tempat randis ini terparkir cukup aman karena berada di dalam kompleks Kantor Bupati namun karena tingginya air saat banjir melanda sehingga randis ikut terendam. Dari 10 randis yang terendam banjir dua diantaranya rusak cukup parah sedangkan lainnya masih kondisi baik meski tetap harus diservis.



Selain randis roda empat, bagian aset Sekretariat Daerah Maros juga terendam banjir yang mengakibatkan beberapa barang elektronik terendam banjir. “Air masuk di dalam kantor Bupati setinggi 50 cm jadi ada 13 sertifikat dan 5 laptop ikut terendam. Posisi sertifikat ada dalam brankas tapi karena terendam banjir sehingga sertifikat yang paling bawah terkena air, laptop baru juga ada dua terendam karena berada dalam brankas sedangkan tiga laptop lainnya berada di loker masing-masing pegawai asset,” papar Lorensius. 

Pihaknya lanjut dia, tidak sempat menyelamatkan laptop dan sertifikat karena berada di ruangan khusus dan terkunci sedangkan penanggung jawab ruangan telah kembali ke rumah. “Air naik kan setelah pulang kantor, kebetulan yang pegang kunci sudah pulang sehingga pegawai lain yang tinggal di kantor tidak bisa menyelamatkan. kalau untuk sertifikat yang basah kita memiliki backup-nya karena sudah discan dalam bentuk file,” ujarnya.

Barang milik daerah (BMD) yang terendam banjir ini merupakan BMD yang berada di sekretariat daerah sedangkan randis maupun BMD lainnya milik SKPD belum masuk laporannya. “Kita sudah menyurat agar seluruh SKPD menginventarisir BMD yang rusak akibat banjir dan melaporkan ke bagian aset,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA