Ini kondisi hari pertama sekolah.

Banjir Surut, Sekolah di Makassar Aktif Kembali Senin Ini

Sabtu, 26 Januari 2019 | 18:01 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Genangan banjir yang mulai surut di Kota Makassar, membuat aktivitas warga yang sebelumnya terganggu berangsur normal. Termasuk aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah yang lumpuh total akan kembali aktif pada Senin (28/1/2019) mendatang.

“Kami sudah sampaikan ke masing masing kepala sekolah yang kondisi sekolahnya tergenang banjir, tapi ini hanya berlaku bagi sekolah yang kondisi ruang kelasnya sudah bisa dipakai,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Abdul Rahman Bando. Sabtu (26/1/2019).

Diketahui, terdapat 12 SD dan 3 SMP terendam banjir. Diantaranya, SDN Tamalanrea 1, SDN Tamalanrea 3, SDN Tamalanrea 5, SDN Tamalanrea 6, dan SDN Bung, serta SDN Nusa Harapan Permai di Kecamatan Biringkanayya. 

SDN Bontomarannu dan SDN Mariso 1 di Kecamatan Mariso. SDN Balangbodong dan SD Inpres Jongaya 2 di Kecamatan Tamalate. SD Inpres Perumnas Antang dan SD Inpres Kejenjeng di Kecamatan Manggala. Serta SMPN 26 Hartaco, SMPN 21 Minasa Upa, dan SMPN 19 Antang. 



Menurut Rahman, SD Inpres Kajenjeng termasuk sekolah yang mengalami banjir yang cukup parah. Namun, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya termasuk membersihkan lumpur yang ada.

“Saya sudah pantau beberapa sekolah termaksud SD Inpres Kajenjeng yang banjirnya cukup parah, dan alhamdulillah itu sudah surut. Beberapa siswa dan guru guru juga kemarin saya lihat itu ruang kelasnya dibersihkan, jadi insyaallah murid sudah bisa masuk sekolah di hari Senin,” tambahnya.  

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto telah menyampaikan kepada Kadis Pendidikan Kota Makassar untuk meliburkan sementara siswa dan guru yang sekolahnya terendam banjir.

Hal ini lantaran guru-guru banyak yang tidak hadir karena tinggal di daerah terdampak banjir Kabupaten Gowa, Sulsel.

“Anak saya ada sekolah di swasta, banyak guru-guru tidak datang karena tinggal di Gowa, tenggelam rumahnya. Kenapa saya lakukan itu, karena mencegah, sebab kemarin saya agak tegang tentang bukaan air di Bendungan Bili-bili,” ujarnya.(*)


BACA JUGA