Wapres JK didampingi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memantau Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, Minggu (27/1/2019)

Kunjungi Gowa, Wapres JK Harap Perbaikan Segera Dilakukan Pasca Banjir

Minggu, 27 Januari 2019 | 20:05 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Jusrianto - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla berharap setelah bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Gowa akan segera dilakukan perbaikan.

“Bendungan jembatan akan segera diperbaiki. Ini akibat kerusakan di hulu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bawakaraeng. Karena itu harus kita perbaiki sesuai aturan,” ungkap JK didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Minggu (27/1/2019).

Menurutnya, daerah-daerah ketinggian yang ada di Kabupaten Gowa, harus ditanami dengan tanaman yang bersifat keras dan bertahan lama.

“Daerah ketinggian ditanami keras yang dapat membantu lingkungan. Tidak usah tanam jagung untuk daerah ketinggian untuk mencegah terjadi longsor,” paparnya.



Meskipun memakan tempo yang cukup lama, kata JK, semuanya harus cepat dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada.

“Ini memakan tempo minimal 3 tahun. Ini kan butuh bibit kemudian ditanami. Harus dilakukan sekarang. Gubernur, BNPB dan kehutanan lingkungan harus segera melakukan hal itu,” tambahnya.

JK menerangkan, bahwa saat ini bendungan yang ada tidak ada persoalan terkecuali ada implementasi. Kenapa implementasi karena hal tersebut merupakan kerusakan di hulu.

“Diatasnya harus diperbaiki. Bendungan baru yang direncanakan. Mudah-mudahan tahun ini bisa mulai pekerjaannya yakni  Je’ne Lata,” tambahnya lagi.

Wapres JK memantau Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, Minggu (27/1/2019)

Kemudian kerusakan yang terjadi pada masyarakat, kata JK, pasti akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada.

“Rusak karena banjir itu tidak banyak biayanya meskipun tetap ada kerusakan. Kalau rusak banyak, tinggal diperbaiki,” ujarnya.

JK juga berharap kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan terutama prioritas daerah-daerah sungai. 

“Ini juga terjadi karena penduduk makin bertambah. Dulu sawah-sawah yang menyerap air. Setelah dibanguni bangunan daya serap lahan mulai berkurang. Semuanya kembali lagi bahwa kita taat aturan untuk pembangunan,” jelasnya.

Diketahui, Wapres RI Jusuf Kalla melakukan kunjungan untuk memantau Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa pasca terjadi banjir dan longsor, Minggu (27/1/2019)

Selain itu, Wapres JK juga meninjau Jembatan Je’Ne Lata di Desa Manuju, Kecamatan Parangloe.(*)