Muhammad Aras Prabowo pemuda asal Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), lulusan terbaik wisuda sarjana ke-47 dan wisuda pascasarjana ke-34 Tahun akademik 2018/2019 di Universitas Mercu Buana (UMB)

Teliti Perspektif Nilai Budaya Bugis, Putera Bone Raih Wisudawan Terbaik di UMB

Senin, 28 Januari 2019 | 12:38 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Muhammad Aras Prabowo pemuda asal Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menjadi lulusan terbaik wisuda sarjana ke-47 dan wisuda pascasarjana ke-34 Tahun akademik 2018/2019 di Universitas Mercu Buana (UMB).

Putera pertama dari pasangan Renreng dan Saripa ini berhasil mendapatkan nilai 4.0 usai mempertahankan hasil penelitiannya yang berjudul “Konstruksi Kode Etik Akuntan Publik Perspektif Nilai Budaya Bugis (Suatu Study Ala Spradley)” di depan para pengujinya dan mendapatkan penghargaan dengan kategori karya tugas akhir terbaik.

Mahasiswa program magister akuntansi ini dalam tugas akhirnya berhasil merumuskan kode etik akuntan publik dalam perspektif nilai budaya bugis: 1). Lempu ditopang oleh ada tongeng, getteng, asitinajang, amaccang, dan warani, 2). Pacce dihasilkan dari sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, sipatokkong, dan sipakarennu, 3). Reso, dan 4). Appesona ri dewata seuwwae sebagai instrumen dalam aktualisasi kode etik, karena kode etik tidak akan ada jika tidak ada praktik. 

Dalam kesimpulannya, pemuda kelahiran Desa Parippung 25 tahun yang lalu menyatakan bahwa nilai-nilai telah diungkap dan dikristalisasi oleh peneliti sebagai kode etik akuntan publik dalam perspektif nilai budaya bugis untuk meningkatkan kepatuhan pada kode etik untuk akuntan publik.



Sementara itu, Muhammad Aras Prabowo yang juga Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) saat strata satu ini  menyampaikan bahwa prestasi tersebut ia persembahkan kepada orang tua, isteri dan anaknya.

“Ini saya persembahkan sebagai kado terbaik atas setahun pernikahan saya dengan Sutanti Idris juga anakku Khayra Nur Adila Ardani. Serta secara khusus kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan moril dan doa yang tidak pernah terputus hingga saya sampai ke tahap ini,” ucapnya.

“Saya juga berharap bahwa semoga prestasi ini bisa memberi motivasi kepada teman-teman yang saat ini masih melanjutkan atau ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Secara khusus kepada para pemuda Bugis agar kiranya dimanapun berada tidak melupakan budaya kita, termasuk dalam dunia pendidikan dengan menuangkannya dalam bentuk karya ilmuah seperti yang saya lakukan,” harapnya.

Selain itu, atas prestasinya tersebut, Ketua Pembina Yayasan Menara Bakti Rindang Sari Kurniawati, memberikan selamat atas prestasi terbaik yang diraih oleh para wisudawan. 

“Saya ucapkan yang tulus kepada para wisudawan dengan prestasi akademiknya, semoga prestasi akademik ini memberi manfaat pada diri pribadi, keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Pembina Yayasan Menara Bakti Rindang Sari Kurniawati juga menitipkan pesan agar para wisudawan mampu meberi kinerja terbaiknya untuk membawa nama baik UMB, karena para wisudawan dan wisudawati sudah termasuk keluarga besar Alumni UMB, jagalah almamater dimanapun wisudawan dan wisudawati berada.

Sedangkan Rektor UMB Prof. Ngadino Surip, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa para wisudawan dan wisudawati harus berterimakasih kepada kedua orang tuanya, karena berkat orang tuaku bisa berdiri sampai ke tahap sekarang ini.(*)