Rocky Gerung

Rocky Gerung Dipanggil Polda Metro Jaya, Pengamat Sebut Dampak Politis Sangat Besar

Rabu, 30 Januari 2019 | 15:05 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Polda Metro Jaya mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) terhadap terlapor dugaan penistaan agama Rocky Gerung. Pengamat politik itu diundang ke Mapolda Metro Jaya pada Kamis besok dengan perihal surat Undangan Klarifikasi.

Undangan klarifikasi tersebut ditandatangani oleh Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Moh Irhamni pada tanggal 28 Januari 2019.

Surat Undangan Klarifikasi dari Polda Metro Jaya kepada Rocky Gerung

Foto undangan klarifikasi itu telah beredar luas. Pelapornya adalah Jack Boyd Lapian. Diketahui Jack jugalah yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dan Ahmad Dani beberapa waktu lalu.

Pengamat politik dan ilmu pemerintahan dari Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono yang dimintai tanggapan perihal laporan itu menilai, laporan ini akan semakin menunjukan ke publik bahwa kritikan Rocky Gerung selama ini memang benar, di mana rezim kekuasaan saat ini akan melakukan apa saja demi kelanggengan posisinya.



Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya kasus tersebut terjadi pada 10 April 2018 lalu. Memang pernah diugkit kemudian didiamkan. Pernyataan RG diacara talk show salah satu stasiun TV nasional yang mengatakan kitab suci adalah fiksi kembali dilaporkan jelang Pemilihan Presiden.

“Menurut saya, surat panggilan itu akan semakin menunjukkan kepada publik, bahwa apa yang dikritik oleh RG selama ini memang benar. Rezim kekuasaan saat ini akan melakukan apa saja demi kelanggengan posisinya,” kata Arief Wicaksono, Rabu (30/1/2019).

Dalam surat itu, lanjut Arief, terbaca secara jelas, bahwa RG dipanggil dalam kaitannya sebagai penista agama, ketika dia menyatakan bahwa kitab suci itu fiksi, berdasarkan laporan tertanggal 16 April 2018 dan berdasarkan sprindik tertanggal 5 Juni 2018.

“Pertanyaannya, kenapa baru sekarang? Dampaknya akan besar sekali secara politis,” tandasnya.(*)


BACA JUGA