Pengamat Pendidikan Kritik Lemahnya Pengawasan Kampus ATKP Makassar

Rabu, 06 Februari 2019 | 20:59 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Jusrianto - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Kasus penganiayaan yang dilakukan Muhammad Rusdy (21) seorang taruna tingkat 2 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) mengakibatkan Aldama taruna tingkat 1 meninggal dunia, menuai kritikan terhadap budaya senioritas dan lemahnya pengawasan pimpinan kampus.

Kampus ATKP dianggap tidak melakukan kontrol yang lebih kepada tarunanya karena cenderung melakukan pembiaran penganiayaan oleh senior terhadap junior tingkat.

Pengamat Pendidikan, Prof. Aris Munandar mengatakan, sangat prihatin atas kasus yang terjadi di Kampus ATKP hingga mengakibatkan tewasnya seorang taruna.

“Seharusnya bisa diantisipasi oleh pimpinan PT yang bersangkutan. Menurut saya hal itu dapat terjadi karena pertama, karena adanya budaya senioritas yang cukup lama tertanam di institusi itu dimana senior memiliki kewenangan yang berlebihan mengontrol juniornya,” ungkapnya, Rabu (6/2/2019).

Kedua, kata Aris Munandar, karena kurangnya kontrol dari pimpinan institusi yang menyebabkan mahasiswa senior merasa leluasa melakukan penganiayaan. 

“Yang ketiga karena lemahnya penegakan disiplin terutama terhadap senior yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Menurutnya, dalam hal ini pihak kampus kurang mengontrol mahasiswanya. “Tetapi memang ada juga masalah sering kejadian itu dilakukan secara sembunyi – sembunyi oleh mahasiswa,” tambahnya.

Ia pun menegaskan, agar sistem senioritas harus dihapus. Semua kegiatan kampus diambil alih oleh pimpinan.

“Di samping itu perlu pengawasan yang ketat dari unsur pimpinan dan Dosen terhadap kegiatan kemahasiswaan. Dan juga perlu penegakan sanksi yang keras kepada pelaku Kekerasan,” pungkasnya.(*)