Ekspor Lambat Impor Naik Tajam, Ekonomi Sulsel 2019 Dibuka dengan Situasi Kontraksi

Jumat, 08 Februari 2019 | 09:00 Wita - Editor: Irwan AR -

MAKASSAR,GOSULSEL.COM — Ekonomi Sulawesi Selatan Di mulai dalam situasi kontraksi. Ekonomi Sulsel sendiri menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Rabu (6/2/2019) triwulan keempat tahun 2108 lalu tumbuh melambat hanya 6,47 persen yang bila dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 7,74 persen.

Triwulan terakhir di tahun 2018 itu menjadi pintu masuk situasi ekonomi Sulsel di awal 2019.

“Ekonomi Sulsel sendiri di twiulan keempat 2018 mengalami kontraksi 4,77 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya, hal disebabkan oleh efek musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang mengalami kontraksi 24.07 persen,” ungkap Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.

Masih menurut Yos, dari sisi pengeluaran komponen ekspor tumbuh melambat pada level 0,64 persen sementara impor meningkat tajam hingg 82,34 persen.

Pengeluaran akibat ekspor yang pada pertumbuhan ekonomi Sulsel terjadi ekspor komponen Pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayanai rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 15,67 persen tetapi komponen ini tidak berkontribusi cukup tinggi mendorong ekonomi Sulsel karena hanya berdampak 1,33 persen terhadap PDRB.

Komponen tersebut dianggap perananny cukup kecil sementara impor sebagai pengurangnyu justru membenani pemerintah lebih besar.