Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (PKT) Provinsi Sulawesi Selatan 2019, di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (13/2/2019).

Gowa Urutan Ke-8 Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Sulsel

Rabu, 13 Februari 2019 | 20:13 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis menghadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (PKT) Provinsi Sulawesi Selatan 2019, di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (13/2/2019).

Pada rapat tersebut, Koordinator Supervisi Pencegahan Kedeputian Bidang Pencegahan KPK, Dwi Aprillia Linda membeberkan capaian kabupaten/kota terhadap progres pemberantasan korupsi terintegrasi di tahun 2018 lalu. Gowa sendiri berada pada peringkat 8 dengan capaian 71 persen, dari 25 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.

“Ada beberapa kabupaten/kota yang menunjukkan signifikan yang baik seperti Maros, Luwu Timur, Palopo tiga teratas dengan capaian 77 persen, Jeneponto 74 persen, Sulsel 72 persen, Pinrang, Makassar, Gowa 71 persen, Luwu Utara 70 persen. Hampir semua sudah zona hijau, tersisa Toraja Utara yang berada pada zona kuning, namun ini masih bisa ditingkatkan di tahun 2019 ini,” ungkap Dwi Aprillia Linda .

Dijelaskan Linda, ada delapan indikator yang dinilai atau diperiksa di tahun 2018 termasuk pengadaan barang jasa di setiap daerah. Kabupaten Gowa berhasil di tingkat pertama yaitu 77 persen dengan memenuhi 12 standar dari 13 standar.

“Gowa ini sangat baik pada barang jasa/ULPnya karena dia ada diurutan pertama semoga untuk indikator lainnnya bisa ditingkatkan,” tambahnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan jika di tahun 2018 ada 8 indikator, maka di tahun 2019 ini ditingkatkan menjadi 11 indikator yakni menambahkan pendidikan, kesehatan, dan pendapatan daerah ke dalam rencana aksi pemberatasan korupsi terintegrasi.

Menanggapi capaian tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis, mengaku rakor tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar di tahun 2019 bisa lebih ditingkatkan, dengan mendorong indikator lainnya terpenuhi.

“Alhamdulillah kita tembus di angka 71 persen dengan urutan ke 8 se-Sulsel. Semoga capaian dari indikator pengadaan barang jasa karena kita berada peringkat tertinggi bisa ditularkan ke indikator lainnya, karena itu berarti ada yang bisa kita dorong lagi ke atas,” ungkapnya.

Olehnya itu ia berharap, rencana aksi PKT di 2019 tahun ini, yang bertambah menjadi 11 indikator bisa tingkatkan lagi, dengan mencapai target urutan tiga teratas.(*)