Ilustrasi
#

Iklim Kompetisi Pileg Ketat Penyebab Rawan “Serangan Fajar”

Kamis, 14 Februari 2019 | 21:43 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemilihan calon anggota legislatif (Pileg) tahun 2019 rawan dari perilaku “serangan fajar” atau politik uang. Diprediksi masih banyak calon anggota legislatif (Caleg) yang mengadalkan serangan fajar jelang hari pemilihan.

Olehnya, meski aturan mengenai politik uang semakin ketat, namun tetap saja serangan fajar perlu diwaspadai. Apalagi serangan fajar ini sudah menjadi konsumsi publik dan sulit untuk dibuktikan.

Konsultan politik dari Jaringan Survei Indonesia (JSI), Nursandy tidak menepis bahwa money politik atau politik uang di Pileg 2019 masih rawan terjadi, jika dilihat dari perilaku pemilih dan iklim kompetisi yang ketat. Menurutnya, tentu praktik serangan fajar masih perlu diwaspadai, karena selama ini sudah menjadi konsumsi masyarakat.

“Serangan fajar atau apapun istilah dalam money politik sudah menjadi konsumsi publik jelang pemilihan. kita patut khawatir substansi demokrasi bisa rusak karena pengaruh money politik,” kata Nursandy, Kamis (14/2/2019).

Olehnya, dia berharap agar masyarakat bisa jeli dalam menentukan pilihan. Pada 2019 ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk memilih caleg yang berpihak pada rakyat. Bukan hanya yang mengandalkan serangan fajar.

“Pileg 2019, haruslah dimanfaatkan sebagai momentum untuk memilih wakil yang berpihak untuk kepentingan rakyat. Edukasi politik dari penyelenggara, peserta pemilu bersama tim suksesnya sangatlah dibutuhkan,” bebernya.(*)


BACA JUGA