Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto secara resmi melantik Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mesjid Mubalig Indonesia Muttahdah (DPP IMMIM). Kegiatan ini juga dirangkai upgrading mubalig yang berlangsung di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jl. Sudirman, Makassar, Rabu (20/2/2019)

Wali Kota Makassar Harap Mubalig Mampu Jadi Pemersatu Umat

Rabu, 20 Februari 2019 | 18:38 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto secara resmi melantik Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mesjid Mubalig Indonesia Muttahdah (DPP IMMIM). Kegiatan ini juga dirangkai upgrading mubalig yang berlangsung di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jl. Sudirman, Makassar, Rabu (20/2/2019).

Tampak hadir Ketua DPP IMMIM Ahmad M. Sewang dan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar.

Danny sendiri sangat mengapresiasi kegiatan upgrading mubalig ini. Karena menurutnya, akhir-akhir ini mubalig akan mendapat banyak tekanan. Baik itu tekanan politik, maupun tekanan sosial keumatan. 

Banyak umat ingin mendengarkan fatwa tentang kebenaran-kebenaran politik. Dan mubaliglah sebagai tempat bertanya masyarakat. Sehingga suka tidak suka mubalig harus bisa memberi jawaban yang benar.

“Jangan sampai para mubalig justru menunjukkan jalan yang sesat dan jalan yang dimurkai. Karena yang jelas hanya satu, jalan yang lurus,” kata Danny. 

Lebih lanjut, Danny menegaskan agar mubalig jangan membiarkan umat mengalami kebingungan-kebingungan. Selain itu pula, jangan membiarkan umat bercerai-berai. “Mubalig mesti mampu menjadi pemersatu. Jika ada sesuatu yang tidak jelas biasakan tabayyun, agar kita tidak mudah dipecah-belah,” tuturnya.

Meski tinggal dua bulan tersisa masa jabatannya, tampak fokus perhatian Danny memang pada perkembangan mubalig. Ia pun menitipkan satu wasiat kepada Bagian Kesra kota Makassar yang mengurus masalah keagamaan agar lebih fokus pada pengembangan mubalig utamanya pada penganggaran. 

“Mubalig harus kita utamakan. Ia mengajarkan akhlak, melakukan doa dan memberi ilmu tentang banyak hal. Karena kota tanpa akhlak dan doa tidak ada berkahnya,” tutup Danny.

Pada kesempatan yang sama tak lupa Danny menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan dan bantuan para alim ulama dan mubalig selama menjabat wali kota. Ia sekaligus berpamitan untuk segera mengakhiri masa tugasnya di pemerintahan kota Makassar.(*)