GP Ansor Gowa bersama Bawaslu dan KPU Gowa deklarasi Pemilu Damai, Kamis (28/2/2019)

Deklarasi Pemilu Damai, GP Ansor Gandeng Bawaslu dan KPU Gowa

Jumat, 01 Maret 2019 | 00:46 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar deklarasi Pemilu Damai dalam bentuk diskusi publik di Akkaddo Cafe dan Resto, Kecamatan Somba Opu, Kamis (28/2/2019).

Dengan mengusung tema “Sukses Pemilu Aman, Damai, dan Sejuk”, (GP) Ansor menggandeng Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa.

Deklarasi pemilu damai, GP Ansor menghadirkan sejumlah pemateri yang ahli dibidangnya. Diantaranya, Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar lembaga, Juanto Avol, Komisioner KPU Gowa, Nuzul Fitri, serta Banser Ansor, Muh Fachrur Razy.

Ketua GP Ansor Gowa, Imran Asryad dalam deklarasi tersebut menegaskan bahwa untuk mewujudkan pemilu damai, aman, dan sejuk di kabupaten dengan julukan Butta Bersejarah ini memang harus dikawal dengan ketat.

“Kami menegaskan akan bersama-sama mengawal pesta demokrasi lima tahunan ini dan mendukung lahirnya pemilu damai, aman, dan sejuk di kabupaten Butta Bersejarah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Gowa, Juanto Avol mengatakan, setiap pelaksanaan Pemilu bukan hanya milik Caleg maupun Para Calon Presiden, lebih dari itu juga merupakan panggung milik rakyat Indonesia.

Olehnya itu, Juanto Avol mengatakan bahwa perlunya saling menjaga dan terlibat bersama dalam kontestasi lima tahunan tersebut untuk mencegah beberapa potensi permasalahan yang akan muncul.

“Ada berbagai potensi yang bisa muncul. Antara lain sebelum pemilu, saat pemilu, serta setelah pemilu. Mari bersama mengawal pesta demokrasi ini,” pungkasnya.

Selain itu, selaku pelaksana mewakili KPU Kabupaten Gowa, yang juga merupakan salah satu Komisioner KPU, Nuzul Fitri mengungkapkan bahwa sejauh ini berbagai upaya persiapa jelang Pemilu pun telah dilakukan.

Diantaranya, pendataan dan penetapan DPT, distribusi surat suara, perakitan kotak kardus, pemungutan suara nantinya, hingga penetapan pemenang pemilu.

“Kotak suara kardus sempat menuai polemik, akan tetapi kami pastikan kotak suara ini aman dan tidak bakal menjadi bahan kecurangan,” tuturnya.

Dari hasil deklarasi tersebut ketiganya telah berkomitmen untuk mengawal dan menciptakan pesta demokrasi yang aman, damai, dan sejuk.(*)


BACA JUGA