Destinasi wisata baru persawahan Baturapa di Kecamatan Kindang, Bulukumba/INT
#

Berselimut Kabut, Berlatar Gunung Lompobattang, Betapa Indahnya Hamparan Sawah di Wisata Baturapa Bulukumba

Jumat, 08 Maret 2019 | 16:28 Wita - Editor: Irwan Idris - Kontributor: Asmaun - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Salah satu destinasi wisata yang saat ini menjadi andalan baru bagi warga Bulukumba adalah obyek wisata Baturapa yang berada di Kecamatan Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Melalui tangan dingin dan kreatifitas  seorang petani dan juga pemuda desa bernama Darwis berusia 28 tahun, akhirnya mampu menghasilkan karya terbaik dan dapat dinikmati masyarakat setelah mampu menyulap areal persawahan menjadi obyek wisata nan indah.

hati-kita-keren

Destinasi wisata alam Baturapa yang berada di atas gunung itu, mengusung konsep agrowisata. Selain dapat menikmati panorama alam dengan hamparan sawah yang menyejukkan mata. Pengunjung juga dimanjakan dengan sejumlah spot foto yang berlatarkan sawah dan gunung Lompo Battang.

Destinasi wisata baru persawahan Baturapa di Kecamatan Kindang, Bulukumba, Jumat (8/3/2019)

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat berlama-lama menikmati keindahan alam sambil mengicip-icip aneka makan dan minuman tradisional yang disajikan beberapa kafe yang berada di sekitar objek wisata.



Setiap pengunjung yang datang memang tampak sangat menikmati panorama alam ciptaan Tuhan itu. Sehingga setiap berada di wisata tersebut, pengunjung langsung mengabadikan setiap momen indah sambil berpose di tengah alam pegunungan yang disertai hamparan sawah nan luas.

“Kami berharap obyek wisata ini dapat terus dikembangkan dengan beragam estetika agar  lebih menarik perhatian masyarakat. Namun tetap mempertahan konsep kehidupan alami pedesaan,” harap Nuraidah, satu dari sekian banyak pengunjung di tempat itu.

Menurut dia, aksebilitas di kawasan wisata tersebut masih belum baik. Sehingga pengunjung harus melewati pematang sawah yang licin ini untuk sampai di wisata alam Baturapa. Dengan begitu perlu sentuhan pengelola untuk memperbaiki akses jalannya.

“Jadi sebelum dipromosikan secara luas, pengelola (Baturapa) harus terlebih dahulu memperbaiki akses jalan dan beberapa obyek yang masih perlu sentuhan,” katanya. (*)