Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) Sulsel, Andi Hasdullah.

Pemprov Sulsel akan Bentuk Tim Siber Tangkal Serangan Hacker

Kamis, 28 Maret 2019 | 22:42 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Badan Siber Sandi Negara (BSSN) menggelar Pelatihan Cybersecurity Drill Test Sektor selama lima hari, 25-29 di Jakarta.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) Sulsel, Andi Hasdullah.

Kegiatan ini memberi gambaran kepada peserta bagaimana membangun sistem IT yang aman dan tahan terhadap gangguan cyber crime.

Kadis Kominfo SP Andi Hasdullah menilai kegiatan ini sangat penting untuk membuka wawasan stakeholder terkait pentingnya membangun pengamanan sistem IT.



Selama ini, kata dia, pemerintah termasuk daerah lebih fokus memproduksi aplikasi dan berbagai layanan namun kadang lupa memastikan sekuritas sistemnya. Akibatnya, sejumlah aplikasi yang dibiayai mahal sangat mudah diserang hacker.

“Seperti dalam bentuk serangan Malware. Sehingga aplikasi yang dibuat dengan biaya besar dalam sekejap bisa hancur. Berangkat dari persoalan itulah BSSN mencoba melibatkan semua daerah untuk fokus membangun security system,” ungkap Andi Hasdullah, Kamis (28/3/2019).

Andi Hasdullah mengatakan, BSSN meminta pembentukan tim cyber security dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Tim ini nantinya yang akan bekerja menangkal serangan pada sistem aplikasi milik pemerintah daerah.

Mereka nantinya akan bekerja dalam tiga pendekatan yakni identifikasi deteksi dini, proteksi dan pemulihan. BSSN sendiri memprogramlan tujuh provinsi, termasuk di dalamnya Sulsel untuk pembentukan cyber security mandiri.

Untuk Pemprov Sulsel sendiri, kata Andi Hasdullah, saat ini sedang melakukan penyusunan tim dengan melibatkan semua OPD. Rencana ini akan direalisasikan 2020 mendatang. Tim ini nantinya akan bekerja di bawah koordinasi Dinas Kominfo Sulsel.

Program ini akan dibiayai APBN melalui BSSN. “Kalau tidak salah sekitar Rp800 juta. Saya sudah ketemu dengan Direktur Cybber Security BSSN. Program ini sudah oke,” kata Andi Hasdullah.(*)