Ketua Yayasan Wakaf UMI, Mochtar Noer Jaya, saat meninjau ruang perawatan kelas 3 di gedung perawatan baru RS Ibnu Sina, Kamis (28/3/2019)

Segera Diresmikan, Mochtar Noer Jaya Harap RS Ibnu Sina Jadi Rumah Sakit Islam Terbaik di Indonesia

Kamis, 28 Maret 2019 | 16:16 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Nurfadillah Amir - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Gedung perawatan baru Rumah Sakit Ibnu Sina Yayasan Wakaf UMI akan segera diresmikan. Peresmian tersebut akan berlangsung pada hari Sabtu (30/3/2019).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dijadwalkan akan meresmikan gedung perawatan baru di rumah sakit milik Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia tersebut.

Ketua Yayasan Wakaf UMI, Mochtar Noer Jaya mengatakan harapannya agar nantinya RS Ibnu Sina bisa menjadi rumah sakit Islam terbaik di Indonesia Timur. “Saya harapkan nanti ini betul-betul rumah sakit Islam terbaik di Indonesia Timur bahkan di Indonesia,” ujarnya, saat jumpa pers di RS Ibnu Sina, Kamis (28/3/2019).

Lanjutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan melengkapi peralatan kedokteran dan fasilitas rumah.



“Saya tidak mau ada pasien disini yang dirujuk ke rumah sakit lain, saya akan lengkapi semua peralatan-peralatan di rumah sakit ini. Nantinya, tidak ada lagi peralatan rumah sakit yang tidak ada di UMI,” jelasnya.

Ruang perawatan kelas 3 di lantai 2 gedung perawatan baru RS Ibnu Sina

Dikatakannya, lulusan kedokteran UMI akan diserap di RS Ibnu Sina. “Semua yang kerja disini harus lulusan kedokteran UMI. Dimanfaatkan alumni-alumni UMI,” paparnya.

Sementara itu, Dr Sultan Burena sebagai direktur rumah sakit, mengatakan bahwa RS Ibnu Sina telah mendapatkan akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan RI. Dan dalam waktu dekat, rumah sakit tersebut juga akan menjadi rumah sakit pendidikan dan rumah sakit syariah.

“Untuk menjadi rumah sakit pendidikan kita akan diakreditasi bulan 4, di bulan April. Rumah sakit syariah juga akan ada akreditasi mungkin 2 bulan setelah akreditasi pendidikan. Semoga berjalan lancar dan ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit syariah,” tutupnya.(*)