Lokasi bendungan Jenelata

Pembangunan Bendung Jenelata, Delapan Desa di Dua Kecamatan di Gowa Bakal Ditenggelamkan

Rabu, 08 Mei 2019 | 11:06 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Sebanyak delapan desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Gowa yaitu Kecamatan Manuju dan Kecamatan Bungaya akan ditenggelamkan untuk pembagunan Bendungan Jenelata.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Permukiman, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin.

Menurut Abdullah Surajuddin menyebutkan bahwa penambahan tersebut setelah studi lapangan dilakukan oleh pihak balai besar pompengan dari yang awalnya hanya satu kecamatan.

“Memang ada pertambahan jumlah desa yang menjadi bagian pembangunan. Jika awalnya hanya desa-desa di Kecamatan Manuju maka saat ini pembangunan bendungan juga berencana mengambil desa di kecamatan Bungayya dengan total Perkiraan kebutuhan luas lahan memcapai 1.702,81 ha,”ungkapnya, Senin (6/5/2019).



Abdullah Surajuddin menyebutkan bahwa untuk di Kecamatan Bungaya ada empat Desa yakni Desa Bissoloro, Desa Bontomanai, Desa Pangngempang dan Desa Ranaloe. Sementara untuk Kecantikan Manuju yakni Desa Tanah karaeng, Desa Moncongloe, Desa Pattallikang, dan Desa Bilalang.

Sementara untuk total luasan yaitu 1.702,81 ha yang akan dimanfaatkan untuk lahan konstruksi 70,83 ha, untuk quarry/akses dll 199,80 ha, fasilitas umum 2,23 ha, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 ha, dan kebutuhan lahan untuk greenbelt, 209,35 ha.

“Pembebasan lahan segera dilakukan, pasca verivikasi yang akan dilanjutkan dengan pengukuran ulang,”katanya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan bahwa bendungan tersebut mampu mereduksi banjir dari 1800 m2 per detik menjadi 760 m2 per detik atau mengurangi 50 hingga 60 persen reduksi air sehingga dapat dikendalikan.

“Tentunya, bendungan inilah yang akan dimaksimalkan menjadi pengendali banjir kedepan,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Tak hanya itu, tambah Adnan bendungan tersebut selain menjadi waduk penampungan ait juga akan memberikan pelayanan air baku sebesar 7,8 m2 per detik atau dapat melayani permintaan air baku ke 7,8 juta jiwa dan bisa menjadi potensi pembangkit tenaga listrik 0,4 megawhaat (MW).(*)


BACA JUGA