Dr. H. Abdul Wahid, M.A, Muballig dan Dosen UIN Alauddin Makassar

Pilih Mana, Salat Witir Berjamaah Atau Sendiri?

Sabtu, 18 Mei 2019 | 15:54 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GOSULSEL.COM — Bulan Ramadan adalah bulan di mana dilipat gandakan pahala oleh Allah SWT. hingga tujuh ratus kali lipat. Tak heran kemudian kita selaku umat Islam sangat termotivasi untuk melakukan berbagai ibadah baik yang wajib maupun sunnah. 

Dari sinilah kemudian bulan Ramadan disebut sebagai bulan penuh berkah, karena segala amalan yang dilakukan oleh seorang muslim sepanjang ikhlas karena Allah, maka akan diberi pahala yang luar biasa. Dalam salah satu hadisnya Nabi SAW. pernah berpesan, “Segala amal kebajikan anak Adam dilipat gandakan pahalanya dengan 10 hingga 700 kali lipat.  Lalu Allah berfirman: ‘kecuali puasa, puasa itu untukKu dan Aku (sendiri) yang akan memberikan pahala kepadanya.  Dia telah mening- galkan syahwat dan makan minum lantaran Aku’…” (HR. Muslim).  

Diantara amalan sunnah di bulan Ramadan, di samping salat tarawih adalah salat witir. Kedudukan salat witir termasuk salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan salat witir dianjurkan tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan lainnya. Sebagian ulama mengatakan salat witir lebih utama dibanding salat rawatib. Bahkan ada ulama yang mewajibkan salat witir.

Kata “witir” bermakna “ganjil”, artinya suatu salat yang dilakukan antara salat isya dan subuh dengan jumlah rakaatnya ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat.

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwa salat witir dapat dilakukan mulai selesai salat isya hingga sebelum tiba waktu subuh. Hal ini berdasar pada salah satu hadis berikut, “Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “setiap malam, Rasulullah saw. melakukan salat witir, diawal malam, pertengahan dan akhir malam, dan salat witirnya ini berakhir hingga waktu sahur” (HR. Bukhari, Muslim).

Dari hadis ini menunjukkan bahwa salat witir adalah salah satu sunnah nabi, dan beliau melakukannya kadang kala di awal malam, di pertengahan malam dan kadangkala di akhir malam. Lalu pertanyaannya adalah, mana lebih baik shalat witir berjamaah atau sendirian?

Kapan sebaiknya kita witir?

Sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, salat witir bisa dilakukan di awal malam, pertengahan dan akhir malam antara salat isya dan subuh. Namun demikian, kalau harus memilih apalagi di bulan Ramadan sebaiknya dilakukan secara berjamaah.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa salat yang dilakukan secara berjamaah tentu jauh lebih besar pahalanya dibanding salat sendiri, baik salat wajib maupun salat sunnah. Hal ini berdasar dari makna umum dari hadis berikut, “Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, Muslim).

Dalam hadis ini tidak dibedakan antara salat wajib dan sunnah. Dengan demikian khusus bulan Ramadan dalam pandangan saya salat witir berjamaah dengan imam di masjid setelah salat tarawih jauh lebih baik dibanding salat witir di rumah sendiri. Karena bagi kita yang sudah witir lebih awal, maka nanti saat bangun di akhir malam untuk melakukan salat tahajud, tidak perlu lagi melakukan witir, karena sebagaimana disampaikan oleh Nabi SAW. “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Selanjutnya hadis yang menyatakan “Jadikanlah salat witir sebagai penutup salat malammu.” (HR. Bukhari, Muslim). 

Hadis ini mungkin konteksnya; pertama, kita punya keyakinan untuk bisa bangun di akhir malam, kedua, jika salat witir tersebut bisa dilakukan di akhir malam dengan berjamaah dan ketiga, berlaku mungkin di luar bulan Ramadan, karena pada umunya salat witir di luar bulan Ramadan, hampir jarang dilakukan secara berjamaah.

Oleh karena itu, untuk mengejar pahala berjamaah apalagi di bulan suci Ramadan, menurut hemat saya lebih baik  salat witir dilakukan berjamaah dibanding salat sendiri. Wallahu’alam.(*)

Ditulis oleh: Dr. H. Abdul Wahid, M.A, Muballig dan Dosen UIN Alauddin Makassar