Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Gowa, Rabu (22/5/2019)

Cari Referensi Terkait SKTB, DPRD Buton Tengah Kunker ke Gowa

Rabu, 22 Mei 2019 | 19:51 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Gowa, Rabu (22/5/2019).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Gowa tersebut diterima oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Gowa H. M Firdaus dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Dr. Salam.

Pimpinan rombongan, Saadiyah mengungkapkan kedatangannya ke DPRD Kabupaten Gowa untuk mencari referensi terkait program pendidikan yang ada di Kabupaten Gowa.

“DPRD Buton Tengah kami sangat bersyukur atas penerimaan DPRD Kabupaten Gowa termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa di mana kami sangat berharap masukan-masukan dan informasi untuk literatur kami di Kabupaten Buton Tengah itu terkait dengan sistem pendidikan yang dilaksanakan oleh Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Saadiyah juga mengaku tertarik dengan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yang diterapkan di Kabupaten Gowa. Menurutnya Kabupaten Gowa merupakan satu-satunya kabupaten yang menerapkan sistem tersebut di Indonesia.

“Dan kebetulan menurut informasi yang kami terima itu bahwa seluruh Indonesia itu satu-satunya Kabupaten Gowa ini yang menjadi pelaksana utama untuk program SKTB,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr. Salam mengungkapkan bahwa SKTB merupakan salah satu bagian dari program Gowa Kabupaten Pendidikan (GKP).

Salam menjelaskan bahwa SKTB merupakan salah satu sistem pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gowa yang tidak mengenal sistem tinggal kelas.

Lebih lanjut, Salam menjelaskan bahwa dengan adanya SKTB tersebut semua siswa tidak lagi tinggal kelas walaupun ada siswa yang belum menuntaskan mata pelajaran atau tidak lulus di mata pelajaran tertentu.

“Jadi anak ini tetap mengambil kompetensi pada kelas berikutnya. Tetapi tetap wajib menuntaskan mata pelajaran yang belum tuntas. Caranya apa? Kita lengkapi dia dengan modul jadi dia bawa modul mata pelajaran itu ke kelas dua kemudian dia pelajari kalau merasa bisa dia kembali ke guru untuk dites kembali. Inilah inti dari SKTB,” jelasnya.

Dari hasil kunjungan tersebut, Saadiyah mengucapkan terima kasih kepada DPRD dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten yang memberikan penjelasan terkait sistem pendidikan yang dilakukan di Kabupaten Gowa.

“Jadi kami memang sangat mengharapkan semua apa yang kami dapatkan dari Kabupaten Gowa ini, kami juga bisa terapkan di Kabupaten Buton Tengah,” tutupnya.(*)


BACA JUGA