Calon sekretaris DPD II KNPI Maros, Ali Rusdy
#

KNPI Sulsel Tunjuk Plt KNPI Maros, Ali Rusdy: Sebaiknya Wilayah Fokus Ibadah

Sabtu, 25 Mei 2019 | 15:44 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — DPD II KNPI Maros, dinilai telah mengalami kevakuman selama kurang lebih setahun lamanya lantaran terjadi konflik internal. Hal itupun membuat DPD I KNPI Sulsel mengambil langkah untuk menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Melalui rapat pleno DPD I KNPI Sulsel, pun mengambil langkah dengan menunjuk Imran Asgar sebagai Plt untuk melanjutkan roda organisasi tersebut.

Ketua Umum DPD I KNPI Sulsel Imran Eka Saputra, mengatakan bahwa langkah tersebut diambilnya lantaran prihatin dengan kondisi DPD II KNPI Maros yang sudah lebih setahun vakum.

“Kita ingin organisasi kepemudaan di Maros khususnya KNPI tetap berjalan. Sudah hampir setahun vakum. Makanya kami menunjuk pelaksana tugas ketua,” kata Imran Eka, Jumat (24/5/2019).

Namun demikian, langkah yang ditempuh DPD I KNPI Sulsel itu, terus mendapatkan gelombang penolakan dari sejumlah pemuda di Kabupaten Maros. Salah satu diantaranya ialah calon sekretaris DPD II KNPI Maros Ali Rusdy.

Ia beranggapan bahwa penunjukan Plt adalah bukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan polemik yang kini tengah bergulir di tubuh induk organisasi pemuda Maros tersebut selama lebih dari setahun terakhir.

“Saya menanggapi santai Plt-Plt beginian, karena sudah ada PLT akhir tahun lalu tapi ternyata gagal dan selesai begitu saja karena mendapat penolakan keras dari pemuda dan OKP di Maros. Harusnya kalo mau membuat KNPI Maros tidak vakum, KNPI Provinsi segera mengeluarkan SK KNPI Kabupaten Maros, bukan malah membuat SK PLT beberapa kali yang terbukti gagal dan mendapat penolakan keras dari kalangan pemuda Maros,” tambahnya.

Lanjut Ali Rusdy, bahwa figur yang ditunjuk oleh DPD I KNPI Sulsel dinilainya tidak memiliki kapasitas dan tidak representatif untuk menyelesaikan masalah kepemudaan di daerah ini.

“Mengenal Maros saja belum tentu, hal ini tentu hanya akan mendapat penolakan yang lebih keras lagi dari pengurus KNPI Maros dan pemuda serta OKP di Maros,” ujarnya Staf Dinas PUPR Maros tersebut. Sabtu (25/5/2019).

Bahkan menurut Ali, hadirnya PLT tersebut hanya akan menambah kekisruhan dan cenderung provokatif di bulan suci Ramadan tahun ini.

“Sebaiknya KNPI Provinsi fokus menjalankan ibadah amaliah-amaliah Ramadan daripada membuat provokasi di bulan suci ini,” tutupnya.(*)


BACA JUGA