Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Kabupaten Maros gelar aksi penolakan gerakan "people power", di depan kantor cabang BRI Maros, jalan Jendral Sudirman, poros Maros - Makassar, usai melaksanakan ibadah salat tarawih
#

Aliansi Pemuda Maros Ikut Tolak Gerakan “People Power”

Rabu, 29 Mei 2019 | 01:00 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Kabupaten Maros, gelar aksi penolakan gerakan “people power” yang digembar-gemborkan oleh kubu Calon wakil presiden (Capres) 02.

Aksi tersebut dilakukan puluhan pemuda tersebut di depan kantor cabang BRI Maros, jalan Jendral Sudirman, poros Maros – Makassar, usai melaksanakan ibadah salat tarawih.

Salah seorang peserta aksi perwakilan dari lembaga Angkatan Muda Lembaga Pencinta Alam (ALPA) 4147, Muhammad Rusli, mengatakan bahwa dirinya mengaku menolak gerakan yang sarat kepentingan politik itu. Belum lagi gerakan yang berujung ricuh itu juga di sinyalir sangat menggagu ketentraman dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami mengecam aksi yang berujung ricuh tersebut. Selain itu, gerakan tersebut sarat dengan kepentingan politik. Kami rukun dan nyaman dengan stabilitas nasional saat ini, jadi kami menolak dan mengecam segala bentuk gerakan yang terindikasi memecah belah kerukunan bangsa,” katanya, Selasa (28/5/2019).

Selain itu, ia juga mengapresiasi kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang telah sukses menjadi penyelenggara pesta demokrasi.

“Kami dukung kinerja kedua lembaga negara tersebut. Apa yang dilakukan keduanya sudah maksimal dan merupakan kerja-kerja profesional,” ungkapnya.

Sebelumnya, gerakan people power di Jakarta pada 22 Mei 2019 lalu, berakhir bentrok antara kepolisian dengan pihak perusuh dan berakibat pada berjatuhannya korban.(*)