Perpanjang Daya Simpan Ikan Asap, Trio Mahasiswa Unhas Desain Asap Cair Berbahan Limbah Jagung

Minggu, 09 Juni 2019 | 14:11 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Citizen Reporter

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Tiga Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) memiliki temuan baru pemanfaatan limbah tongkol jagung. Inovasi tersebut dengan melakukan desain teknologi tepat guna sistem pirolisis untuk produksi asap cair, yang bahan bakunya bersumber dari limbah tongkol jagung.

Mereka berasal dari program study yang berbeda, masing-masing; Mahasiswa Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Asdar, Mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, serta didampingi dosen pembimbing Kasmiati, S.TP, MP, Ph.D.

Asdar selaku ketua tim menjelaskan awal mula inovasi ini dimulai. Menurutnya produksi jagung di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Seiring meningkatnya kebutuhan jagung, maka semakin meningkat pula limbah-limbah jagung, khususnya tongkol jagung.

Dia melanjutkan, pemanfaatan limbah tongkol jagung di Indonesia belum maksimal. Umumnya, masih banyak digunakan sebagai pakan ternak oleh masyarakat, sementara limbah tongkol jagung pada umumnya masyarakat belum mengetahui bahwa kandungan lignoselulosa dari jagung yang sangat tinggi dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam produk yang bernilai ekonomis tinggi. Hal tersebut menjadi suatu peluang usaha bagi masyarakat Indonesia.

“Kami melihat limbah tongkol jagung yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan biasa hanya dijadikan sebagai bahan bahar dan pakan ternak, padahal limbah tongkol jagung banyak mengandung senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dari situlah, kami menemukan ide untuk mendesain teknologi tepat guna untuk produksi asap cair dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung,” Ujar Asdar, Minggu (9/6/2019)

Teknologi ini sudah dalam tahap uji coba dan akan diterapkan pada masyarakat, khususnya kelompok usaha ikan cakalang pada bulan Juni 2019 yang berlokasi di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.
Teknologi yang digunakan ini sangat sederhana yang menerapkan sistem pirolisis. Sistem pirolisis merupakan proses pemanasan yang berlangsung tanpa adanya oksigen pada suatu zat, sehingga terjadi penguraian komponen-komponen penyusun suatu zat tersebut.

“Teknologi yang didesain dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung akan menghasilkan asap cair yang dapat memperpanjang daya simpan ikan asap. Pengasapan ikan dengan menggunakan asap cair relatif sulit diterapkan di masyarakat pesisir karena dianggap belum diketahui secara luas,” kata dia.

Oleh karena itu, ketiga mahasiswa Universitas Hasanuddin akan langsung ke mitra untuk memberikan pengarahan mengenai pembuatan teknologi sederhana sistem pirolisis dan pemanfaatan asap cair yang diyakini dapat berguna bagi mitra dalam aspek produktivitas ikan asap sehingga mampu meningkatkan mutu produk dan nilai tambah bagi masyarakat yang memproduksi ikan asap.

“Kelebihan dari teknologi ini adalah sederhana dan bebas polusi udara karena produk yang dihasilkan berupa asap cair (liquid smoke), sehingga asap cair tersebut dapat digunakan untuk mengawetkan ikan asap,” ungkap Asdar.

Penggunaan asap cair yang bersumber dari limbah tongkol jagung diharapkan dapat mengefisienkan waktu dan juga dapat berperan dalam bidang keamanan pangan karena ikan tidak dibiarkan lama di udara terbuka, sehingga ikan asap yg dihasilkan lebih higienis.

“Harapannya, teknologi yang telah dirancang oleh mahasiswa ini dapat diimplementasikan di masyarakat khususnya para pengolah ikan asap. Kandungan asap cair seperti senyawa fenol berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk sehingga ikan menjadi lebih awet. Dengan demikian, inovasi mahasiswa merancang alat tersebut merupakan wujud dari pengabdian kepada masyarakat untuk penerapan teknologi tepat guna produksi asap cair. Hal ini merupakan upaya untuk memperpanjang daya simpan ikan asap yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan para pengolah ikan asap.” Tutur Kasmiati, S.TP, MP, Ph.D. selaku dosen pembimbing.(*)