Shalahuddin Al Mauludi Daeng Situru hafidz 30 juz asal Kabupaten Barru menikahi Hj. Nur Awaliah Mubarakah Daeng Jinne gadis asal Kabupaten Gowa dengan hafalan Surah Ar Rahman

Hafidz 30 Juz Asal Barru Nikahi Gadis Asal Gowa dengan Hafalan Surah Ar Rahman

Jumat, 14 Juni 2019 | 21:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Jika sebelumnya beredar butuh uang ratusan juta untuk menikahi seorang perempuan, namun lain halnya di Kabupaten Gowa. Shalahuddin Al Mauludi Daeng Situru hafidz 30 juz asal Kabupaten Barru ini hanya butuh hafalan Surah Ar Rahman untuk menikahi Hj. Nur Awaliah Mubarakah Daeng Jinne gadis asal Kabupaten Gowa.

Kepada Gosulsel.com, Ketua Ikatan Da’iyah (IKADY) Kabupaten Gowa Fatmawati Hilal yang menghadiri pernikahan tersebut mengatakan bahwa kedua mempelai melangsungkan ijab kabul di musala pribadi mempelai wanita di Jalan Swadaya Kelurahan Tompobalang Kecamatan Somba Opu, Kamis kemarin (13/6/2019).

“Dia (Shalahuddin Al Mauludi Daeng Situru) Hafidz 30 Juz mereka menikah di musala pribadi di rumhnya perempuan Pasar Swadaya Sungguminasa,” ujar Fatmawat Hilal.

Kedua mempelai yang merupakan sama-sama Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Da’wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso Kabupaten Barru dinikahkan langsung oleh Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso, Gurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy. Sementara itu, sebelum mengucapkan ijab kabul, Shalahuddin Al Mauludi Daeng Situru membacakan surah Ar Rahman di depan Anregurutta Prof. Faried Wadjedy.

“Saat menikahkan, anregurutta (Gurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy) berkali-kali meneteskan air mata. Beliau sangat terharu menikahkan cucu dari H. Arsyad Saidi Daeng Ngawing (alm) tokoh masyarakat Gowa asal Malakaji yang pertama kali memperkenalkan dan membawa santri-santri dari Gowa untuk nyantri di Ponpes DDI Mangkoso,” lanjutnya.

Dijelaskannya lagi bahwa sambil meneteskan air mata, Gurutta Prof.  Dr. H.M. Faried Wadjedy meminta jamaah yang hadir untuk membacakan Al-Fatihah sebelum menikahkan Shalahuddin Al Mauludi Daeng Situru, dengan Hj. Nur Awaliah Mubarakah Daeng Jinne. 

“Keduanya keluarga besar alumni Ponpes DDI Mangkoso. Kedua mempelai laki-laki dan perempuan itu juga alumni Ponpes DDI Mangkoso Kabupaten Barru,” ungkap Fatmawati Hilal yang juga merupakan alumni Ponpes DDI Mangkoso.

Terpisah Dr. Hj. Aisyah Arsyad dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar juga menceritakan bahwa pertama kali mengenal Shalahuddin ketika dikhatamkan di pesantren DDI Mangkoso yang saat itu mendapat predikat Juara 1 di penamatan santri. 

“Akhirnya,  saya ajak masuk kuliah Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Hadis dan tinggal di masjid rumah keluarga besar di Gowa sebagai Imam tetap hingga selesai kuliah S1 dan S2 di UIN Alauddin Makassar,” jelasnya.

Sekarang Shalahuddin Al Mauludi Daeng Situru dipercaya sebagai Pembina Ponpes  Al Imam Ashim, Makassar, pengajar di SIT Al-Azhar Center Makassar dan Imam tetap Masjid Babul Multazam H. Arsyad Saidi, Sungguminasa, Gowa.(*)