Andi Kumala Idjo Bantah Tudingan Cabut Laporan di Mabes Polri

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:35 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Salah satu alasan pencabutan status Pelaksana Tugas (Plt) Raja Gowa dari tangan Andi Kumala Idjo adalah karena ia dianggap yang menyuruh orang untuk mencabut laporan pembobolan dan perusakan Museum Balla Lompoa di Mabes Polri.

Menanggapi hal tersebut, Andi Kumala Idjo mengaku tidak pernah mengarahlan atau mengutus seseorang untuk mencabut laporan terkait pembobolan dan perusakan Museum Balla Lompoa di Mabes Polri. Menurutnya, pencabutan laporan tersebut merupakan keinginan dari pelapor sendiri.

“Dipimpin oleh Andi Masualle, beliau datang ke rumah saya beliau mengatakan sekaligus silaturahmi ia ingin ke jakarta mau mencabut namanya laporan pengerusakan berangkas. Saya katakan saat itu luar biasa kalau begitu berarti anda ini menfasilitasi untuk antara keluarga kerajaan dan pemerintah daerah ini apa yang telah terjadi di masa lalu kita perbaiki di tahun 2019 dan kita membangun di masa-masa yang akan datang yang lebih baik,” kata Andi Kumala, Kamis (20/6/2019).

“Kalau saya lihat secara keseluruhan setelah mereka mencabut. dua pelpor ini yang namanya Andi Didis dan Andi Kosasi  secara sadar dan mandiri secara sadar ,mencabut laporan di Mabes Polri dan keluarga mengatakan ini hal yang luar bisa dan pemikiran yang sangat dewasa,” sambungnya.

Bahkan Andi Kumala Idjo menganggap bahwa hasil pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu yang mengatasnamakan Lembaga Adat Kerajaan Gowa Kediaman Andi Baso Mahmud Karaeng Tumailalang Lolo, Jl Basoi Dg Bunga Sungguminasa merupakan pertemuan ilegal.

“Pada prinsipnya apa yang telah dilakukan Andi Hasanuddin dan Andi Baso Mahmud CS ini sama sekali sangat keliru. karena melihat kembali sekaitan dengan surat mandat yang dikeluarkan oleh lembaga adat ini. Keluru dia, dia tidak pantas mengatasnamakan dirinya sebagai dewan adat, lembaga adat karena dia sudah demisioner pada tanggal 19 Januari 2019,” tegasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Andi Masualle juga mengungkapkan bahwa pencabutan laporan laporan pembobolan dan perusakan Museum Balla Lompoa di Mabes Polri tidak ada sangkut pautnya dengan Andi Kumala Idjo. Andi Masualle mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan berdasarkan keinginan sendiri.

“Ini murni dorongan dari dalam diri saya untuk selesaikan konflik ini. Kita selesaikan police line dan Raja Gowa Andi Kumala tidak terlibat. Tapi inisiatif sendiri, itu keliru kalau Andi Kumala disalahkan, bukan dia,” kata Andi Masualle.

Menurutnya, Andi Masualle konflik antara pihak Kerajaan Gowa dan Pemerintah Kabupaten Gowa mesti diakhiri. sudah tiga tahun lamanya kasus tersebut tak kunjung menemui titik terang. Belum lagi, Istana Kerajaan Balla Lompoa yang masih dipasangi garis polisi menjadi menghambat pelestarian budaya.

Ia juga menyebut anggota tim yang berangkat yakni Andi Didis Abubaeda dan Andi Kosasi sebagai pelapor, anggota kerajaan yang berperan sebagai saksi, yakni Andi Agung dan Efendi Ismail. Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga disebutkan ikut mendampingi sebagai pimpinan kepolisian pada locus delicti dan Pemerintah Kabupaten Gowa yakni Wakil Bupati Abd Rauf Malayanni, serta Kepala Inspektorat.(*)


BACA JUGA