Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi IBM di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (24/6/2019)

50 Tukang di Gowa Ikut Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi IBM

Selasa, 25 Juni 2019 | 08:21 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Sebanyak 50 tukang atau tenaga konstruksi mengikuti uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi IBM di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (24/6/2019).

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel Dr Ahmad Asiri mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan sertifikasi tukang merupakan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan program pemerintah yang diharapkan dapat berkonstribusi dalam penyediaan tenaga kerja yang terampil dan profesional. 

Lanjutkan Program Kotaku kini terus berjalan. Bahkan demi peningkatan mutu dari program nasional ini maka pemerintah pusat pun kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp307,2 juta untuk peningkatan SDM para tenaga konstruksi yang terlibat di dalamnya.

Alokasi anggaran tersebut diperuntukkan kepada 768 orang tenaga konstruksi untuk menjalani pelatihan yang tersebar di 14 kota/kabupaten lokasi dampingan Program Kotaku di Indonesia. 

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel Dr Ahmad Asiri yang diwakili Kabid Permukiman Dinas Perkimtan Sulsel Kamaruddin mengatakan, pelaksanaan kegiatan serifikasi tukang yang difasilitasi oleh Program Kotaku sudah dilaksanakan sejak 2018 lalu. 

Ia mengungkapkan bahwa pada 2018 lalu melalui Program Kotaku OSP 9 Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp307,2 juta dengan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 768 orang yang tersebar di 14 kota/kabupaten lokasi dampingan Program Kotaku. 

“Dan pada tahun 2019 ini, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan sertifikasi tukang di lokasi dampingan Program Kotaku sebesar Rp59 juta dengan jumlah peserta sebanyak 250 orang yang berlangsung selama dua hari,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan sertifikasi tukang yang diikuti 50 orang peserta asal Gowa dapat memberi konstribusi yang besar dalam menjamin kualitas dan kuantitas pelaksanaan konstruksi penanganan permukiman kumuh, khususnya pelaksanaan kegiatan infrastruktur permukiman kumuh di Kabupaten Gowa.

Kamaruddin menambahkan pada tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran pembangunan infrastruktur di kawasan kumuh melalui program Kotaku sebesar Rp92,5 juta yang tersebar di 13 kota/kabupaten lokasi dampingan program Kotaku dengan target pengurangan luasan kumuh di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019 sebesar 737,21 hektare. 

Ia juga berharap dengan anggaran yang disiapkan pemerintah pada tahun 2019 dapat mencapai tujuan pemerintah untuk mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan sesuai amanat RPJMN tahun 2014 – 2019.

“Dengan pelaksanaan kegiatan sertifikasi tukang yang difasilitasi oleh Program Kotaku bersama BPPW Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, diharapkan peserta dapat mengikuti dengan baik sehingga harapan pemerintah untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berkompeten dapat terwujud,” tambahnya.

Koordinator Kotaku Wilayah IV, Nurliah Ruma juga mengatakan, kegiatan sertifikasi tersebut diharapkan ke depannya kegiatan-kegiatan infrastruktur dilakukan oleh tenaga tukang profesional sehingga hasil kerja fisik berkualitas baik.

Selain itu, kegiatan tersebut juga turut dihadiri Pejabat Pembuat Komitmen Kotaku Wil 1 Sulsel Andi Nirmayanti dan dari Balai Jasa Konstruksi Andi Sirajuddin serta Konsultan oleh Team Leader Kalla Manta.(*)