Paripurna pengajuan hal angket DPRD Sulsel ke Pemerintah Provinsi Sulsel, Senin (24/6/2019)

Pansus Hak Angket Wacanakan Pemakzulan? PAN di Garda Terdepan Melawan

Rabu, 26 Juni 2019 | 12:08 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pengajuan hak angket memungkinkan berujung pada pamkzulan Gubernur Sulsel. Meskipun belum ada wacana pemakzulan, namun Pansus hak angket beberepa kali mengirim sinyal akan menyelesaikan dan membuka fakta-fakta landasan DPRD mengajukan hak angket.

Fraksi PAN yang dikonfirmasi berkaitan kemungkinan adanya pemakzulan mengatakan, bahwa pihaknya telah beruapaya, termasuk melakukan komunikasi lintas Fraksi agar koridornya hanya pada perbaikan tata kelolah. Tak ada pemakzulan.

“PAN akan berada di garda terdepan melakukan perlawanan jika ada pemakzulan. Kita meyakini betul bahwa upaya yang dilakukan teman-teman adalah upaya untuk melakukan perbaikan pemerintahan,” kata fungsionaris Fraksi PAN, Irfan AB, Rabu (26/6/2019).

Dia menegaskan, semua Fraksi yang mengusulkan hak angket telah menyampaikan bahwa ujung dari hak angket ini adalah rekomendasi perbaikan. Meskipun ada 3 legislator PAN yang hadir pada rapat penetapan hak angket, namun Irfan menegaskan bahwa kapasitanya adalah menolak hak angket dan mengusulkan untuk menggunakan hak interplasi saja.

“Semuanya rata-rata punya niat baik. Tidak ada yang ingin melakukan pemakzulan tapi murni melakukan perbaikan. Dari lima poin itu cara merespon kita bukan hak angket, tapi lebih cocok dengan hak interplasi.

Fungsionaris Fraksi PAN lainnya, Irwandi Natsir meyakini bahwa tak ada wacana pemakzulan pada hak angket ini. Irwandi meyakini betul bahwa polemik ini adalah reaksi DPRD untuk melakukan perbaikan pemerintahan.

“Tidak. Saya tidak sampai ke sana (pemakzulan). Ini murni dari cara teman-teman DPRD untuk mendapatkan jawaban dari beberapa persoalan. Tapi ujungnya persoalan ini, adalah perbaikan,” kata Irwandi.

Dia menambahkan, para pengusul hak angket adalah barisan orang-orang yang cerdas dan berani. Memiliki niat untuk melakukan perbaikan, sehingga menjaga edintitas budaya, kata Irwandi adalah hal yang harus dijaga.

“Orang-orang yang cerdas, orang-orang yang berani, orang-orang yang menjaga identitas budaya Sulawesi Selatan,” tandasnya.(*)


BACA JUGA