Wakil Bupati Gowa H Abd Rauf Malaganni Kr Kio melepas sebanyak 589 Mahasisiwa Unhas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik angkatan 102 Universitas Hasanuddin (Unhas) di halaman Kantor Bupati Gowa, Jumat (28/6/2019)

Lepas 589 Mahasisiwa KKN Unhas, Wakil Bupati Gowa Minta Camat dan Kades Bantu Mahasisiwa KKN

Jumat, 28 Juni 2019 | 17:25 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Wakil Bupati Gowa H Abd Rauf Malaganni Kr Kio melepas sebanyak 589 Mahasisiwa Unhas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik angkatan 102 Universitas Hasanuddin (Unhas) di halaman Kantor Bupati Gowa, Jumat (28/6/2019).

Dalam sambutannya, Kr Kio sapaan Wakil Bupati Gowa menyambut baik kedatangan mahasisiwa KKN dari Kampus Merah tersebut. Menurutnya sangat tepat memilih Kabupaten Gowa sebagai lokasi KKN tematik khususnya kebencanaan.

“Dengan adanya mahasisiwa KKN tematik dari Unhas ini tepat sekali. Karena tentu kita masih mengingat bahwa pada tanggal 22 Januari 2019 terjadi bencana longsor dan banjir tentu banyak kerusakan yang diakibatkan bahkan menelan korban,” ujarnya.

Kr Kio berharap dengan adanya Mahasisiwa KKN tematik Unhas di Kabupaten Gowadari KKN Kebencanaan tersebut dapat melahirkan program-program terkait penanggulangan dan kesiap-siagaan bencana. Baik itu yang sifatnya pencegahan seperti penanaman pohon sepanjang DAS Jeneberang, identifikasi dan pembacaan potensi bencana, seminar lingkungan dan lainnya.

Olehnya itu, ia meminta kepada seluruh Camat dan Kepala Desa atau Lurah untuk bersinergi dan membantu mahasiswa KKN yang berada di wilayahnya.

“Kita memang berharap bahwa semua Kepala Desa dan Camat bisa membantu untuk bisa bersinergi dengan KKN ini. sehingg apa yang di harapkan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Gowa bisa terwujud ke depan,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator KKN Tematik Unhas Syamsul Rijal mengatakan bahwa selama satu bulan mahasisiwa KKN tematik Unhas akan melakukan berbagai kegiatan di lokasi KKN. Seperti melakukan survei dan pendataan lahan masyarakat.

“Jadi dia KKN tematik nanti dia Senin, Selasa dan Rabu lebih banyak kependataan data base. Dia jalan survei langsung ambil semua titik di lahan masyarakat titik DAS semua. Jadi nanti kita tahu daerah mana yang ditanami dan jenisnya apa yang diinginkan di masyarakat. Kemudian hari Kamis kita adakan penyuluhan dan pembangunan kebun bibit. Jadi kita mau nanti kalau masyarakat mau menanam itu di setiap desa bahkan dusun itu ada kebun bibitnya,” jelasnya.

“Kemudian Jumat, Sabtu dan Minggu itu penyuluhan desa sehat. Kan di sini masih banyak beberapa hal yang harus kita tangani termasuk, misalnya pola hidup sehat, terkait dengan jamban, gizi dan sebagainya itu nanti ada penyuluhan. Kebencanaan juga begitu ada penyuluhannya misalnya jika curah hujan tinggi kapasitas bendungan juga naik apa yang harus kita lakukan di daerah bawah,” sambungnya.

Syamsul Rijal berharap dengan adanya mahasisiwa KKN tematik tersebut dengan data base yang semua permasalahan bisa diatasi dan dicarikan solusi.

“Sehingga setelah KKN ini selesai selama satu bulan kita punya data base berbasis sampai titik kampung kita punya apa kebutuhannya dan apa masalahnya. Nanti kita coba link-an di kantor gubernur utamanya dinas apa yang terkait dan apa yang bisa dilakukan di program berdasarkan data base. Kita harapkan ke depan tidak ada bantuan yang tidak tepat sasaran karena kita sudah punya data basenya basis desa itu,” harapnya.(*)