Relawan ACT - MRI Sulsel mengikuti Diksar di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas), Kecamatan Cenrana, (27-30/6/2019)

150 Relawan ACT – MRI Sulsel Ikut Diksar Selama 4 Hari di Maros

Sabtu, 29 Juni 2019 | 10:30 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Sebanyak 150 relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) –  Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) untuk Relawan dengan tajuk “Disaster Management Basic Training (DMBT) di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas), Kecamatan Cenrana, (27-30/6/2019).

Kepala Cabang ACT Sulsel, Faizal mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi bagi para relawan ACT – MRI yang tersebar di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. 

“Apalagi saat ini relawan MRI telah tersebar di 24 kabupaten/kota Sulawesi Selatan. Dan kegiatan ini sangat bernilai positif untuk peningkatan kompetensi para relawan MRI yang biasanya mereka turun langsung di lokasi bencana, sehingga mereka lebih paham atas penanganan terhadap situasi yang dihadapi,” ujar Faizal.

Sementara itu, Ketua Umum MRI Sulawesi Selatan, Miswar Arifin mengakui bahwa pelatihan Diksar relawan ACT MRI yang dilaksanakan di Maros merupakan yang pertama kali diadakan di Sulawesi dan ia juga mengungkapkan para peserta terlihat antusias ikut kegiatan tersebut.

“Ini adalah Diksar pertama yang dilaksanakan di Sulawesi, dan Alhamdulillah disambut dengan sangat antusias oleh para relawan. Respon mereka terhadap Diksar ini membuktikan bahwa masyarakat Sulawesi khususnya anak muda, punya darah kemanusiaan yang tinggi,” ujarnya. 

Lanjutnya, Pelaksanaan Diksar relawan DMBT tersebut, selain untuk melatih relawan dalam hal penanggulangan bencana, juga untuk membentuk jiwa kerelawanan pada setiap peserta, terlebih dalam hal kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, jiwa kerelawanan adalah modal besar bagi siapa pun untuk menghadirkan perubahan dan pembangunan untuk masyarakat luas dan bangsa.

“Karena sama-sama kita ketahui, bahwa jiwa kerelawanan dan sikap kepedulian selalu saja sukses membawa perubahan. Maka, jiwa kerelawanan dan rasa kepedulian adalah modal besar bagi perubahan dan pembangunan bangsa.” jelas miswar.

Miswar juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di jalur potensi tinggi bencana alam. Mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, kebakaran hutan, hingga bencana banjir yang rutin datang sepanjang musim hujan di mayoritas wilayah Indonesia. 

“Terlaksananya Diksar ini tak terlepas dari pentingnya setiap relawan menguasai rescue. Mengingat kenyataan bahwa Indonesia berada di jalur potensi tinggi bencana alam. Olehnya itu ia berharap, Diksar “Disaster Management” tersebut bisa membentuk loyalitas, kapasitas, dan potensi setiap relawan.

“Di sini teman-teman relawan semua belajar agar kuat secara mental, fisik, ataupun konsep. Sebab relawan juga harus berkonsep, apalagi dalam menangani peristiwa kebencanaan di mana manusia tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya,” harap Miswar.

Sementara itu, selama empat hari para relawan ACT – MRI Sulsel akan mendapat berbagai macam materi. Dimulai dari pembelajaran dalam seminar, pelatihan fisik, hingga simulasi aksi. Dalam hal ini, BPBD juga diundang untuk ikut membersamai tim DMII membawa materi seputar kebencanaan dan penanggulangannya.

Selain itu peserta Diksar akan mendapatkan materi belajar mengatur rencana perjalanan, belajar mengenali dasar-dasar navigasi darat dan akan diajari keterampilan dasar untuk bertahan hidup di kondisi alam terbuka.(*)