Lembaga Adat Kerajaan Gowa menggelar rapat konsolidasi di kediaman pribadi Raja Gowa, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, Jalan Mangka Daeng Bombong Sungguminasa, Senin (1/7/2019)

Kerajaan Gowa Gelar Rapat Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Senin, 01 Juli 2019 | 23:18 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Lembaga Adat Kerajaan Gowa menggelar rapat konsolidasi di kediaman pribadi Raja Gowa, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, Jalan Mangka Daeng Bombong Sungguminasa, Senin (1/7/2019).

Pertemuan yang dihadiri oleh anggota adat dan perangkat adat Kerajaan Gowa tersebut membahas sejumlah penyelenggaraan program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pihak kerajaan.

“Ini sebenarnya konsolidasi para semua anggota adat perangkat adat untuk penguatan khususnya di berbagai aspek karena itu menyangkut masalah kelanjutan penyelengaraan Accera’ Kalompoang dan Maulid Nabi dan pembinaan budaya daerah sekaligus bagaimana lembaga ini bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Andi Kumala Idjo.

Lanjutnya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya pihak Kerajaan Gowa untuk tetap melestarikan kebudayaan yang ada di tanah bersejarah ini. Selain pembahasan rencana program kerja, pada kesempatan tersebut Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang juga membacakan susunan struktur Lembaga adat kerajaan Gowa yang sah.



“Kalau ada lembaga adat mengatasnamakan lembaga Kerajaan Gowa, itu adalah unsur yang ingin memecah kita. Jangan kita terprovokasi, tetap solid pada lembaga yang hari ini kita sama-sama resmikan, kita sama-sama kukuhkan. Jangan lagi ada fitnah inilah yang merusak,” tegasnya.

Olehnya itu, Andi Kumala Idjo berharap seluruh pihak Kerajaan Gowa bersama-sama, bersatu dan bersinergi baik sesama pihak kerajaan maupun dengan pemerintah daerah untuk memajukan Kabupaten Gowa.

“Selaku Raja Gowa saya berharap semuanya untuk bersatu untuk kepentingan kerajaan Gowa. Marilah kita duduk bersama membawa Gowa lebih baik ke depan. Jangan kita saling mencelah, hilangkan itu iri dengki dan saling mencekal. Yang kita tonjolkan adalah sifat ksatria dari Sultan Hasanuddin ayam jantan dari timur,” harapnya.(*)